Cinta & Harapan

April 16, 2009
By niasbarat

Posted by: Mustika Ranto Gulo on: Maret 26, 2009

“Seberkas sinar dari lubang kertas kotak kecil itu, telah menambah satu hari umurku”. Sebuah penelitian dengan tiga ekor tikus yang dimasukkan dalam kotak kecil yang berbeda. Ada pelajaran yang patut kita simak disini.

“Situasi ekonomi memang sedang guncang, namun harapan tetap ada, perubahan sedang terjadi dan akan ada situasi yang baru, tetap kerja keras dan pantang menyerah” Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo.

Mustika Ranto Gulo "Cinta & Harapan"
Ir. Mustika Ranto Gulo

Sebuah pengujian tentang korelasi antar daya tahan tubuh dengan harapan untuk hidup.

Kalau ada harapan, tentu akan ada ketabahan. Kalau ada ketabahan maka akan ada kemampuan untuk bertahan.

Dalam penelitian ini telah diuji tiga ekor tikus yang terlebih dahulu diberi makan sekenyang-kenyangnya. Kemudian dimasukkan dalam kotak, terdiri dari 1 ekor tikus dengan masing masing kotak.

Seru! Kotak yang pertama, ditutup rapi dan dialirkan oksigen melalui pipa kecil sehingga sama sekali tidak ada sumber cahaya masuk ke dalam kotak itu.

Luar Biasa! Kotak kedua, dialirkan oksigen dengan tutup plastik sehingga isi kotak kabur dan remang-remang.

Dasyat! Kotak ketiga, dialirkan oksigen dan berikan lubang cahaya sebesar lobang jarum sehingga tikus yang di dalamnya bisa mendapat seberkas cahaya.

1. Kotak satu hanya bisa bertahan 5 hari dan akhirnya mati.

2. Kotak kedua hanya bisa bertahan 3 hari dan akhirnya mati

3. Kotak ketiga bertahan 11 hari, kemudian karena peneliti tidak tega, maka tikus itu dikeluarkan dan diberi makan lagi sehingga masih bisa melanjutkan perjuangan hidupnya.

Ada apa dengan cinta dan harapan? Sebuah Analisis

Kotak Pertama, Tikus di kotak ini sama sekali tidak pernah melihat cahaya yang menjadi harapan kehidupan. Tikus dengan siklus darahnya hampir sama dengan siklus darah manusia, membutuhkan cahaya sebagai penggerak motorik untuk memompa darah ke jantung dan ke otak. Karena tikus tidak berdaya dan kehilangan harapan dan kasih sayang…tepatnya kehilangan seberkas cahaya…, shg umurnya lebih pendek. Pertahanannya hanya sebatas dari kekuatan makanan yang ada diperutnya. Ketika kekuatan itu habis, maka matilah si tikus pada hari ke lima. Mungkin saja …..ketika kita sudah tidak melihat seberkas cahaya dan cinta…kita putus asa. Umat manusia lebih dari kuat dari itu…. tetapi dunia tanpa CINTA dan Harapan adalah kematian!! Oleh karena itu…mari memberi CINTA & Harapan kepada siapa saja, mungkin saja dapat menyambung nyawa manusia disekitar kita.

Kotak Kedua, Tikus dikotak ini lebih capek mencari sumber cahaya yang kabur dan remang-remang. si Tikus lari kian kemari dan akhirnya lemas dan mati pada hari yang ketiga….! Tujuan hidup yang ngga jelas, kabur dan remang-remang…ngawur dan tidak karuan. Mengejar seribu bayangmu dalam lagu Ebit G Ade (Camelia I). Kita lelah dalam perjuangan hidup, entah apa yang kita cari…tidak jelas, akhirnya mati juga …lebih cepat matinya.

Kotak Ketiga, Tikus dikotak ini 11 hari bertahan, karena selalu berdiam diri memandang cahaya dari lobang kecil dalam kotak itu. Sebentar lagi, akan ada jalan keluar, atau sebentar lagi akan ada cahaya lebih besar. Menanti dan menanti…sehingga tanpa sadar si tikus telah bertahan lebih lama dibandingkan dengan teman-temannya. Mengapa?

Si tikus sama sekali tidak tahu bahwa mereka ada dalam sebuah skenario seorang peneliti. Si tikus, menjalankan hidupnya secara alami, namun tetap memakai logika ‘bagaimana bertahan dalam kesulitan hidup’.Dibutuhkan seberkas cahaya sebagai inspirasi sebuah harapan….!

Kita bukan Tikus, namun percobaan ini telah membuat saya bangkit kembali karena IMAN percaya saya terinspirasi kembali. Aku Percaya Bahwa Hari Esok masih lebih baik…ada waktu dan masa segala sesuatunya. Aku percaya bahwa masalah akan berlalu, pasti ada pemulihan kembali, karena “cinta” akan hidup maka aku akan lebih kuat bertahan dibandingkan dengan yang lain.

Sebuah motivasi untuk bertahan dalam krisis yang mengguncang perekonomian dunia kali ini.

CINTA ADALAH HARAPAN

Salam dari saya

Mustika Ranto Gulo

Tags: , , , ,

8 Responses to “ Cinta & Harapan ”

  1. mOriz war on July 26, 2009 at 9:25 am

    para pejuang dari nias barat truskan perjuangannya demi nias bart yg tercinta..

  2. ranto batani putra daely on June 22, 2009 at 5:18 pm

    Kayak dilemma aja, hakikat hdp adlh prjuangan,so….siapapun anda ttplah brjuang!

  3. R Daeli on June 16, 2009 at 5:27 pm

    Selamat atas perjuangan ya bang Gulo

    salom

  4. Katty on June 15, 2009 at 11:38 am

    The article is very good. Write please more

  5. Cinta on June 13, 2009 at 7:20 am

    cinta itu tidak selamanya bahagia, mahal nilainya …harus dibayar dengan penderitaan dan air mata.

    Begitukah Pak Bos

  6. BANKIT on May 31, 2009 at 3:11 pm

    Bangkitkan kembali wadah Nias Barat sebagai organisasi yang mengisi Nias Barat nantinya.

    Amin

  7. Ria Astuti on May 29, 2009 at 4:23 am

    terima kasih naskah ini, saya sudah copy. Sorry

  8. Bali Intermedia Utama on May 27, 2009 at 2:15 pm

    Halo…. Pak Ranto, apakabar ? Selamat deh karena niasbarat.com sudah bisa online lagi. Selamat ya ……!!!

    Eddy Harianto

Leave a Reply

TIDAK MESTI JADI PEJABAT !

Membangun Nias Barat, anda tidak mesti harus jadi pejabat, tetapi kesempatan lain masih banyak. Dalam bidang lain pun menanti anda, misalnya memulai dari hal2 kecil saja atau dalam bidang pengembangan SDM atau Pembangunan Rohani (Pembaunan Karakter) dan mulailah dengan bekerja keras. Terjun saja ke dalam masyarakat untuk menyentuh esensi kehidupan yang sesungguhnya, misalnya beternak dan bertani, kemudian anda bisa membentuk opini dan berhasil mempengaruhi lingkungan sekitar untuk menjadi contoh yang baik. Selamat! Mustika Ranto Gulo

SAHABAT KAMI DIMANA PUN

ANDA BISA MENGIRIM BERITA KE banuada@niasbarat.com agar dimuat sebagai berita, artikel atau sejenis pengumuman.

Economic & Finance

Politik & Hukum

User Login