JK Bukan Hanya Sekedar Menganggap Enteng Boediono
JK bisa mengukur kemampuan Boediono sebagai pasangan SBY dalam Capres – cawapres 2009. Tentu ada alasan yang sangat akurat bagi Pak JK dalam memandang pasangan tersebut. Apakah Boediono yang tidak memiliki karir politik tiba-tiba masuk dalam lingkaran politik, orang yang mengendalikan inflasi, tiba-tiba mengendalikan uang recehan di pasar tanah abang, apa iya? kita lihat saja nanti. Apakah beliau memang benar bisa bermain uang recehan alias ekonomi mikro, transaksi antar peternak dan petani … bisakah? Saya Mustika Ranto Gulo
Baca
Jakarta – Golkar merasa punya harapan baru untuk memenangkan pilpres Juli mendatang. Alasannya, keputusan SBY memilih Boediono sebagai cawapresnya dinilai menjadi faktor kekalahan SBY dan kemenangan JK.
“Setelah Pak Boediono dicawapreskan SBY, Golkar punya harapan baru. Menjadi lebih mudah,” tutur Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2009).
Prio menyebutkan faham neoliberal yang dianut Boediono akan mempersulit langkah reformasi ekonomi Indonesia yang sedang bergulir. Hal itu dipandang Priyo menjadi kelemahan SBY-Boediono.
“Pak Boediono memang pakar ekonomi, tapi kami worry dengan paham ekonomi neoliberal. Pasangan SBY-Boediono sangat disenangi investor asing, namun ini ada positif ada negatifnya, ekonomi kita bisa liberal,” imbuhnya.
Priyo kemudian menyombongkan pasangan capres-cawapres hasil ‘perkawinan’ Golkar dengan Hanura , JK-Wiranto. Menurutnya pasangan inilah yang akan mengusung ekonomi kerakyatan untuk Indonesia kedepan.
“Golkar dan Hanura mendeklarasikan JK-Wiranto untuk membangkitkan ekonomi rakyat,” tutur Priyo.
( van / yid )
