Nias Barat, Nias Island, ono niha. mado gulo, Ranto, Mustika, Gulo.

Wings Akan Singgah Di Pulau Nias

February 7, 2010
By

Jakarta, 03.02.2010

Masyarakat Nias sangat berterima kasih atas kesepakatan antara PemKot Gunungsitoli dengan perusahaan penerbangan Wings Air anak perusahaan Lion Air yang dalam waktu dekat ini akan segera buka ‘jalur’ penerbangan Medan – Gunungsitoli.

Menurut Walikota Gunungsitoli, penerbangan Lion ini, akan dimulai pada bulan Maret 2010, diharapkan menjadi pemacu kegiatan perekonomian di Kepulauan Nias. Dan sejalan dengan tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru, penerbangan ini, memperpendek rentang kendali pusat dan daerah serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan penandatangan kesepahaman itu terlihat Walikota Gunungsitoli didampingi oleh :

  1. Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli, Ir. Efi Yuniman Mendrofa.
  2. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Drs. Edison Ziliwu, MM., M.Si.,
  3. Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Yasokhi T. Harefa SE.

Sedangkan dari Perusahaan Lion Air turut hadir Manager Marketing, Ari Azhari dan beberapa staf lainnya.

Related

http://niasbarat.wordpress.com/2009/04/01/lion-air-segera-buka-rute-medan-g-sitoli-nias/

JAKARTA, Investor Daily

Maskapai Lion Air menargetkan peremajaan seluruh armadanya jenis MD-80 yang masih dioperasikan saat ini sudah terealisasi akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tersebut akan digantikan dengan pesawat baru jenis Boeing 737-900ER. Sedangkan jenis MD-80 series akan difungsikan sebagai pesawat cadangan (standby).

“Ini bagian dari komitmen kami terhadap saran Menteri Perhubungan (Menhub) agar meremajakan pesawat jenis MD. Untuk tahap awal, yang diremajakan adalah MD-80 Series yang ditargetkan selesai tahun ini dan selanjutnya baru meremajakan jenis MD-90 series,” ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/3).

Peremajaan tersebut, kata Edward, tidak bisa dilakukan sekaligus karena sangat tergantung pada jadwal kedatangan pesawat pengganti. Selain itu, kalau sekaligus diganti, akan terjadi stagnasi pada sejumlah rute yang dilayani. Lion saat ini mengoperasikan 11 unit pesawat MD-80 dan 2 unit MD-90 dari total lima unit yang dimilikinya.

Dia mengungkapkan, pada Selasa (17/3) malam pihaknya menerima satu unit pesawat Boeing B737-900ER dan akan disusul satu unit lagi pada 25 Maret 2009 sehingga jumlah pesawat yang diterima hingga bulan ini sebanyak 20 unit. Hingga akhir tahun ini, jumlah itu diperkirakan menjadi 30 unit dan 42 unit pada 2010 dari total 178 unit yang dipesan. “Dengan peremajaan ini, kami berharap reliability yang selama ini menjadi keluhan pelanggan dapat kami atasi,” kata dia.

Selain itu, kata dia, pada bulan ini pihaknya menerima dua Boeing 747-400 untuk rencana penerbangan regular ke Jeddah pada Juni 2009. Penerbangan dengan target tenaga kerja dan peserta umroh tersebut dinilai sangat potensial. Pesawat berbadan lebar dengan kapasitas sekitar 480 penumpang tersebut masih akan menjalani rekonfigurasi kursi karena akan memiliki dua kelas, yakni kelas bisnis dan ekonomi.

Penerbangan Pengumpan

Edward menjelaskan, pada Mei 2009, pihaknya mulai menerima pesawat jenis ATR 72-500 yang dipesan dari Prancis. Pesawat jenis turboprop berkapasitas 72 penumpang tersebut ditargetkan diterima sebanyak lima unit tahun ini dan akan dioperasikan dua unit di Sumatera, dua unit di Kalimantan, dan satu unit di Sulawesi.

“Untuk tahap awal, armada tersebut akan ditempatkan sebanyak dua unit di Medan dengan rute Medan-Gunungsitoli (Pulau Nias) dan Medan-Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam),” jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya membidik penerbangan ke Pulau Nias karena potensi penumpang wisatawan asing ke daerah itu.

Lima unit ATR lainnya yang akan diterima pada 2010, akan dioperasikan untuk wilayah Indonesia Timur. Seluruh pesawat itu, jelas dia, akan ber-AOC (air operator certificate)-kan Wings Air, maskapai anak perusahaan Lion Air yang selama ini berfungsi sebagai feeder (pengumpan) dan banyak beroperasi di wilayah Indonesia Timur. Selain 10 unit yang dipesan tersebut, maskapai itu juga mendapatkan optional order pesawat yang sama sebanyak 10 unit lagi.

Selain itu, untuk daerah tertentu yang membutuhkan penerbangan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dengan mengikuti mekanisme penerbangan perintis yang selama ini dilakukan Departemen Perhubungan (Dephub). Pemda, kata dia, hanya membayar kursi yang tidak terisi dan pembayaran dihentikan bila selanjutnya pesawat terisi penuh pada rute ke daerah tersebut.

Tags: , , ,

2 Responses to Wings Akan Singgah Di Pulau Nias

  1. Jenn Beter on April 20, 2011 at 5:28 am

    very nice blog post, i certainly really like this excellent website, keep on it

  2. Pilatus Moi on April 5, 2010 at 12:03 pm

    Katanya bandara Binaka belum bisa memberi pelayanan memadai ya ? ini permainana B3 saja lho ..dasar ..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

SAHABAT KAMI DIMANA PUN

ANDA BISA MENGIRIM BERITA KE banuada@niasbarat.com agar dimuat sebagai berita, artikel atau sejenis pengumuman.

TIDAK MESTI JADI PEJABAT !

Membangun Nias Barat, anda tidak mesti harus jadi pejabat, tetapi kesempatan lain masih banyak. Dalam bidang lain pun menanti anda, misalnya memulai dari hal2 kecil saja atau dalam bidang pengembangan SDM atau Pembangunan Rohani (Pembaunan Karakter) dan mulailah dengan bekerja keras. Terjun saja ke dalam masyarakat untuk menyentuh esensi kehidupan yang sesungguhnya, misalnya beternak dan bertani, kemudian anda bisa membentuk opini dan berhasil mempengaruhi lingkungan sekitar untuk menjadi contoh yang baik. Selamat! Mustika Ranto Gulo