Marak Rabies, 10 Ribu Anjing di Nias Divaksinasi

By niasbarat

Adela Eka Putra Marza – Okezone
ilustrasi (www.wpro.who.int)

MEDAN – Terkait kejadian meninggalnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nias Utara, Kristian Zai (40), Sabtu 7 Maret lalu akibat penyakit rabies, Dinas Perternakan Sumut menyuntik 10 ribu anjing di Nias dengan vaksin anti rabies sejak seminggu yang lalu.

“Pengawasan terhadap anjing asal Nias diperketat. Kita juga berencana menutup pintu masuknya anjing, kera, dan kucing dari Nias, untuk mengantisipasi agar virus rabies tidak menyebar ke daerah lain di Sumut,” jelas Kepala Dinas Peternakan Sumut Tetty Herlina Lubis di Medan, Selasa (9/3/2010).

Dalam tiga bulan terakhir, penyakit hewan berdarah panas itu banyak menulari manusia dan merenggut lima korban jiwa di Nias. Korban terakhir adalah Kepala Dinkes Nias Utara Kristian Zai yang meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Santa Elizabeth, Medan.

Kristian tertular virus rabies setelah digigit anjing peliharaan pada Desember 2009 silam. Setelah menggigit korban, seminggu kemudian anjing jenis pudel itu mati akibat virus rabies.

Sementara itu, Dinkes Sumut telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies di Nias. Pasalnya, selama puluhan tahun tidak ada kasus rabies seperti ini di Nias. Namun, tiga bulan belakangan ini malah tiba-tiba meningkat drastis. Untuk itu, pihak Dinkes Provinsi menginstruksikan beberapa Dinkes kabupaten/kota, termasuk Nias untuk melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Hari ini, tim Departemen Kesehatan yang berjumlah dua orang dan satu orang dari Dinkes Sumut diturunkan ke Nias. Sebanyak 8.500 vaksin juga dikirim lagi ke Nias untuk kedua kalinya.(teb)

Tags: , , , , , , ,

3 Responses to “Marak Rabies, 10 Ribu Anjing di Nias Divaksinasi”

  1. I didn’t find it to long, it was at times a little too knowing and even self indulgent but I guess a film like that has to be! It makes my top ten of the year so far. Lets see if it stays there!

    #1011
  2. Metro Siantar

    Delasiga, Golkar & Wartawan Bantu RSU Berantas Rabies
    Kamis, 25 Maret 2010
    GUNUNG SITOLI-METRO; Delasiga, salah satu lembaga non pemerintah (Posko) bersama Partai Golkar Gunungsitoli dan Komunitas Wartawan Nias menyumbang Serum Anti Rabies (SAR) sebanyak 200 kapsul (800 amp) dan uang senilai Rp20 juta ke RSU Kota Gunungsitoli, Selasa (23/3). Bantuan sosial itu diharapkan dapat membantu pemberantasan penyakit rabies yang saat inia menjadi momok menakutkan warga.

    Ketua Delasiga Gunungsitoli D Fonaziduhu Marunduri, usai menyerahkan bantuan yang diterima langsung Direktur RSU Kota Gunung Sitoli dr Yulianus Mendrofa, menyampaikan, keprihatinan atas banyaknya korban meninggal akibat serangan penyakit rabeis. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Terutama warga yang terkena gigitan anjing agar segera meminta bantuan medis agar mendapat pertolongan kesehatan.

    Hadir dalam pertemuan itu Sekda Kota Gunungsitoli Drs Kemurnian Zebua, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nias di antaranya Hinoki Waruru, Ingati Nazara, Ketua DPD I Sumatera Utara D Zaman Gomo Mendrofa, Ketua DPC Partai Golkar Kota Gunung Sitoli Agus Hardian Mendrofa dan sejumlah staf RSU Kota Gunung Sitoli.

    Sekda Kemurnian Zebua, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Delasiga yang dipimpin D Fonaziduhu Marunduri, Partai Golkar Kota Gunung Sitoli dan Komunitas Wartawan Nias atas kepeduliannya terhadap penyakit yang sedang mengancam masyarakat Nias dan Kota Gunung Sitoli khususnya. Ia berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama penyakit rabies yang menyerang beberapa warga di Kota Gunung Sitoli akan segera diberantas. Dia juga mengajak kerja sama seluruh lapisan masyarakat dalam menyosialisasikan ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan.

    Dalam pertemuan itu, Sekda Kemurnian Zebua juga menyampaikan kendala yang mereka alami dalam hal memberantas penyakit rabies. Disebutkan Sekda Kemurnian Zebua bahwa petugas lapangan di Kota Gunungsitoli hanya 2 orang. Sementara wilayah yang dihadapi sangatlah luas, sehingga diperkirakan selama ini mereka hanya bisa lakukan vaksin terhadap hewan-hewan kurang lebih 50 ekor per hari.

    Sekadar diketahui, Delasiga merupakan salah satu lembaga non pemerintah (posko) yang memiliki tingkat kepedulian cukup tinggi termasuk saat Nias dilanda bencana gempa dan tsunami. Pada saat itu, lembaga ini selain memberikan bantuan makanan dan obat-obatan juga ikut membangun rumah bagi korban bencana tsunami di Sirombu sebanyak 600 unit. Rumah yang dilengkapi dengan sarana rumah ibadah dibangun dalam satu komplek yang diberi nama komplek Delasiga.

    Posko Delasiga dibentuk oleh seorang pengusaha asal Nias Barat yang telah berhasil di Jakarta. Pengusaha sukses ini bernama Fona Marundruri alias Ama Dela. Kepedulian putra asli Nias Barat ini tidak saja terlihat saat terjadi bencana justru hingga sekarang pasca bencana perhatiannya untuk terus membangun daerah kelahirannya semakin tumbuh. (mas/bis/int)

    #628
  3. Apa tindakan yg sdh dilakukan bro?

    #626

Leave a Reply