Nias Berandai-andai Menjadi Provinsi
Juni 2010, Tokoh-tokoh asal Nias menyatukan visi dan misi terwujudnya PROPINSI NIAS dan berbondong-bondong menyampaikan ikrar itu kepada DPRD SUMUT agar dapat menampung inspirasi masyarakat Nias Tersebut.
Sekalipun kabupaten dan kotamadya baru itu belum berumur setahun, namun semangat itu telah menyala untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Pulau Nias. Beberapa Bupati dan Walikota di Pulau Nias dan tokoh masyarakat Nias yang sepakat membentuk organisasi baru dalam ” Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Nias” (BPPN), dengan target 2015, Nias akan berpisah dengan Provinsi Sumatera utara.
DPRD SUMUT menerima delegasi BPPN yang dihadiri Kamaluddin Harahap (pimpinan sidang), Syamsul Hilal (anggota Komisi A), perwakilan Pemprov Sumut, Kepala Biro Otonomi daerah (Otda), Bukit Tambunan, dan sejumlah anggota dewan lain, Bupati Nias dan Bupati Nias Selatan menyampaikan latarbelakang lahirnya wacana usulan pembentukan Provinsi Nias ini.
Bupati Nias (induk) mengklaim bahwa ketertinggalan Nias pada umunya karena lambatnya pelayanan pemerintahan yang disebabkan oleh berbagai faktor yang strategis. “Nias merupakan satu di antara tiga daerah tertinggal di Provinsi Sumut yang lambat pembangunannya. APBD nya sangat kecil dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumut. Oleh karena itu APBD nantinya kami sepakati untuk membangun Nias, mempercepat urusan administrasi pemerintahannya serta meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,” kata Bupati Nias, Binahati Baeha SH.
Dijelaskan Baeha, pembentukan provinsi ini merupakan aspirasi masyarakat Nias, pulau yang jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, memiliki potensi kelautan yang besar, pembangunan sangat tertinggal dan berada di Samudera Hindia yang rawan gempa. Kini, di Pulau Nias sudah terbentuk empat kabupaten (Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Nias Tengah).
Masyarakat Nias berandai-andai jika nanti terwujud menjadi propinsi Nias, apakah benar semua visi dan misi itu bisa terwujud? Semoga bisa menjadi kenyataan.
Nias barat ngga bisa kompak pak Benzo …hehe
kecuali mereka kembali ke jalan yg bener …takut akan Tuhan
Perencanaan itu bagus( PUNYA WACANA TIDAK DILARANG ),MISAL .membangun satu unit bangunan yang kokoh-permanen,tdk mudah goyang walau badai menerjang, tiang penyanggah kuat dan fundasi yang kuat menahan beban. Rencana menjadikan Nias satu Propinsi, sementara Kabupaten /Kota sebagai fundasi/ penyanggah belum kokoh kuat( masih labil ) baik SDM maupun SDA. Kondisi SDM yang ada sekarang ( pejabat yang sedang berkuasa ) nggak usah mimpi Nias Jadi Propinsi.Kabupaten/Kota di Nias akan di evaluasi oleh Pemerintah pusat, apakah sudah menjalankan visi dan misi yang pernah di janjikan ?lihat Bupati Nisbar dalam rekrut CPNS tahun 2009 melalukan pembohongan publik dengan kerja sama dg UI , yang nyatanya bukan dg UI , untuk mencari keuntungan pribadi. Dan Bupati Nias Induk yang masih terbelit dg penyalah gunaan wewenang.Oleh karena nya .Pejabat yang ada sekarang agar di regenerasi kepada Pejabat bersih dari KKN. Terima kasih yaahowu.
Kalau menurut saya soal terwujud atau tidak suatu visi dan misi, itu kemudian kita lihat, tapi niat baik dan rasa kebersamaan yang telah dimulai oleh para bupati, wali kota dan beberapa putra terbaik daerah untuk memperjuangkan Nias menjadi satu Propinsi perlu kita dukung. Karna dengan menjadi Propinsi Nias tidak terlalu tergantung di Propinsi Sumatera Utara yang selama ini telah menelantarkan Nias dalam segala aspek Pembangunan. Jadi mari kita doakan dan berjuang supaya rencana mulia ini terwujud, secara pribadi juga saya himbau kepada semua saudara-saudara orang Nias baik yang masih di Pulau Nias maupun yang ada diperantauan supaya meninggalkan jauh-jauh perbedaan-perbedaan pendapat yang mehambat suksesnya rencana mulia ini, marilah kita tunjukkan bahwa kita masih mencintai Nias.
Saohagolo, Ya’ahowu.
Pasti bisa pak..cuma kita hrs kommmmpak
Yahowu fefu