<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BERITA NIAS BARAT &#187; bisnis</title>
	<atom:link href="http://niasbarat.com/Nias%20Island/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasbarat.com</link>
	<description>&#34;Aman, Damai &#38; Berakhlak&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 05:14:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Marak Rabies, 10 Ribu Anjing di Nias Divaksinasi</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/03/marak-rabies-10-ribu-anjing-di-nias-divaksinasi/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/03/marak-rabies-10-ribu-anjing-di-nias-divaksinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 16:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[gagal bekrja]]></category>
		<category><![CDATA[hidup nias barat]]></category>
		<category><![CDATA[maju nias barat]]></category>
		<category><![CDATA[patriot]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Adela Eka Putra Marza &#8211; Okezone ilustrasi (www.wpro.who.int) MEDAN &#8211; Terkait kejadian meninggalnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nias Utara, Kristian Zai (40), Sabtu 7 Maret lalu akibat penyakit rabies, Dinas Perternakan Sumut menyuntik 10 ribu anjing di Nias dengan vaksin anti rabies sejak seminggu yang lalu. &#8220;Pengawasan terhadap anjing asal Nias diperketat. Kita juga berencana menutup pintu masuknya anjing, kera, dan kucing dari Nias, untuk mengantisipasi agar virus rabies tidak menyebar ke daerah lain di Sumut,&#8221; jelas Kepala Dinas Peternakan Sumut Tetty Herlina Lubis di Medan, Selasa (9/3/2010). Dalam tiga bulan terakhir, penyakit hewan berdarah panas itu banyak menulari manusia dan merenggut lima korban jiwa di Nias. Korban terakhir adalah Kepala Dinkes Nias Utara Kristian Zai yang meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Santa Elizabeth, Medan. Kristian tertular virus rabies setelah digigit anjing peliharaan pada Desember 2009 silam. Setelah menggigit korban, seminggu kemudian anjing jenis pudel itu mati akibat virus rabies. Sementara itu, Dinkes Sumut telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies di Nias. Pasalnya, selama puluhan tahun tidak ada kasus rabies seperti ini di Nias. Namun, tiga bulan belakangan ini malah tiba-tiba meningkat drastis. Untuk itu, pihak Dinkes Provinsi menginstruksikan beberapa Dinkes kabupaten/kota, termasuk Nias untuk melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adela Eka Putra Marza &#8211; Okezone<br />
ilustrasi (www.wpro.who.int)</p>
<p>MEDAN &#8211; Terkait kejadian meninggalnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nias Utara, Kristian Zai (40), Sabtu 7 Maret lalu akibat penyakit rabies, Dinas Perternakan Sumut menyuntik 10 ribu anjing di Nias dengan vaksin anti rabies sejak seminggu yang lalu.</p>
<p>&#8220;Pengawasan terhadap anjing asal Nias diperketat. Kita juga berencana menutup pintu masuknya anjing, kera, dan kucing dari Nias, untuk mengantisipasi agar virus rabies tidak menyebar ke daerah lain di Sumut,&#8221; jelas Kepala Dinas Peternakan Sumut Tetty Herlina Lubis di Medan, Selasa (9/3/2010).</p>
<p>Dalam tiga bulan terakhir, penyakit hewan berdarah panas itu banyak menulari manusia dan merenggut lima korban jiwa di Nias. Korban terakhir adalah Kepala Dinkes Nias Utara Kristian Zai yang meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Santa Elizabeth, Medan.</p>
<p>Kristian tertular virus rabies setelah digigit anjing peliharaan pada Desember 2009 silam. Setelah menggigit korban, seminggu kemudian anjing jenis pudel itu mati akibat virus rabies.</p>
<p>Sementara itu, Dinkes Sumut telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies di Nias. Pasalnya, selama puluhan tahun tidak ada kasus rabies seperti ini di Nias. Namun, tiga bulan belakangan ini malah tiba-tiba meningkat drastis. Untuk itu, pihak Dinkes Provinsi menginstruksikan beberapa Dinkes kabupaten/kota, termasuk Nias untuk melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Kasus ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Hari ini, tim Departemen Kesehatan yang berjumlah dua orang dan satu orang dari Dinkes Sumut diturunkan ke Nias. Sebanyak 8.500 vaksin juga dikirim lagi ke Nias untuk kedua kalinya.(teb)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/03/marak-rabies-10-ribu-anjing-di-nias-divaksinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wings Akan Singgah Di Pulau Nias</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 05:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha nias]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 03.02.2010 Masyarakat Nias sangat berterima kasih atas kesepakatan antara PemKot Gunungsitoli dengan perusahaan penerbangan Wings Air anak perusahaan Lion Air yang dalam waktu dekat ini akan segera buka &#8216;jalur&#8217; penerbangan Medan &#8211; Gunungsitoli. Menurut Walikota Gunungsitoli, penerbangan Lion ini, akan dimulai pada bulan Maret 2010, diharapkan menjadi pemacu kegiatan perekonomian di Kepulauan Nias. Dan sejalan dengan tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru, penerbangan ini, memperpendek rentang kendali pusat dan daerah serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan penandatangan kesepahaman itu terlihat Walikota Gunungsitoli didampingi oleh : Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli, Ir. Efi Yuniman Mendrofa. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Drs. Edison Ziliwu, MM., M.Si., Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Yasokhi T. Harefa SE. Sedangkan dari Perusahaan Lion Air turut hadir Manager Marketing, Ari Azhari dan beberapa staf lainnya. Related http://niasbarat.wordpress.com/2009/04/01/lion-air-segera-buka-rute-medan-g-sitoli-nias/ JAKARTA, Investor Daily Maskapai Lion Air menargetkan peremajaan seluruh armadanya jenis MD-80 yang masih dioperasikan saat ini sudah terealisasi akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tersebut akan digantikan dengan pesawat baru jenis Boeing 737-900ER. Sedangkan jenis MD-80 series akan difungsikan sebagai pesawat cadangan (standby). “Ini bagian dari komitmen kami terhadap saran Menteri Perhubungan (Menhub) agar meremajakan pesawat jenis MD. Untuk tahap awal, yang diremajakan adalah MD-80 Series yang ditargetkan selesai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="font_13">Jakarta, 03.02.2010</span></p>
<p><span style="color: #000080;"><strong><span class="font_13">Masyarakat Nias sangat berterima kasih atas kesepakatan antara PemKot Gunungsitoli dengan perusahaan penerbangan Wings Air anak perusahaan Lion Air yang dalam waktu dekat ini akan segera buka &#8216;jalur&#8217; penerbangan Medan &#8211; Gunungsitoli. <span id="more-180"></span></span></strong></span></p>
<p>Menurut Walikota Gunungsitoli, penerbangan Lion ini, akan dimulai pada bulan Maret 2010, diharapkan menjadi pemacu kegiatan perekonomian di Kepulauan Nias. Dan sejalan dengan tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru, penerbangan ini, memperpendek rentang kendali pusat dan daerah serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan penandatangan kesepahaman itu terlihat Walikota Gunungsitoli didampingi oleh :</p>
<ol>
<li><span class="font_13">Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli, Ir. Efi Yuniman Mendrofa.</span></li>
<li><span class="font_13">Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Drs. Edison Ziliwu, MM., M.Si.,</span></li>
<li><span class="font_13">Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Yasokhi T. Harefa SE.</span></li>
</ol>
<p><span class="font_13">Sedangkan dari Perusahaan Lion Air turut hadir </span><span class="font_13">Manager Marketing, Ari Azhari dan beberapa staf lainnya. </span></p>
<p>Related</p>
<p>http://niasbarat.wordpress.com/2009/04/01/lion-air-segera-buka-rute-medan-g-sitoli-nias/</p>
<p style="text-align: justify;">JAKARTA, Investor Daily</p>
<p style="text-align: justify;">Maskapai Lion Air menargetkan peremajaan seluruh armadanya jenis MD-80 yang masih dioperasikan saat ini sudah terealisasi akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tersebut akan digantikan dengan pesawat baru jenis Boeing 737-900ER. Sedangkan jenis MD-80 series akan difungsikan sebagai pesawat cadangan (standby).</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini bagian dari komitmen kami terhadap saran Menteri Perhubungan (Menhub) agar meremajakan pesawat jenis MD. Untuk tahap awal, yang diremajakan adalah MD-80 Series yang ditargetkan selesai tahun ini dan selanjutnya baru meremajakan jenis MD-90 series,” ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Peremajaan tersebut, kata Edward, tidak bisa dilakukan sekaligus karena sangat tergantung pada jadwal kedatangan pesawat pengganti. Selain itu, kalau sekaligus diganti, akan terjadi stagnasi pada sejumlah rute yang dilayani. Lion saat ini mengoperasikan 11 unit pesawat MD-80 dan 2 unit MD-90 dari total lima unit yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengungkapkan, pada Selasa (17/3) malam pihaknya menerima satu unit pesawat Boeing B737-900ER dan akan disusul satu unit lagi pada 25 Maret 2009 sehingga jumlah pesawat yang diterima hingga bulan ini sebanyak 20 unit. Hingga akhir tahun ini, jumlah itu diperkirakan menjadi 30 unit dan 42 unit pada 2010 dari total 178 unit yang dipesan. “Dengan peremajaan ini, kami berharap reliability yang selama ini menjadi keluhan pelanggan dapat kami atasi,” kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kata dia, pada bulan ini pihaknya menerima dua Boeing 747-400 untuk rencana penerbangan regular ke Jeddah pada Juni 2009. Penerbangan dengan target tenaga kerja dan peserta umroh tersebut dinilai sangat potensial. Pesawat berbadan lebar dengan kapasitas sekitar 480 penumpang tersebut masih akan menjalani rekonfigurasi kursi karena akan memiliki dua kelas, yakni kelas bisnis dan ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penerbangan Pengumpan</p>
<p style="text-align: justify;">Edward menjelaskan, pada Mei 2009, pihaknya mulai menerima pesawat jenis ATR 72-500 yang dipesan dari Prancis. Pesawat jenis turboprop berkapasitas 72 penumpang tersebut ditargetkan diterima sebanyak lima unit tahun ini dan akan dioperasikan dua unit di Sumatera, dua unit di Kalimantan, dan satu unit di Sulawesi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk tahap awal, armada tersebut akan ditempatkan sebanyak dua unit di Medan dengan rute Medan-Gunungsitoli (Pulau Nias) dan Medan-Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam),” jelas dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya membidik penerbangan ke Pulau Nias karena potensi penumpang wisatawan asing ke daerah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lima unit ATR lainnya yang akan diterima pada 2010, akan dioperasikan untuk wilayah Indonesia Timur. Seluruh pesawat itu, jelas dia, akan ber-AOC (air operator certificate)-kan Wings Air, maskapai anak perusahaan Lion Air yang selama ini berfungsi sebagai feeder (pengumpan) dan banyak beroperasi di wilayah Indonesia Timur. Selain 10 unit yang dipesan tersebut, maskapai itu juga mendapatkan optional order pesawat yang sama sebanyak 10 unit lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, untuk daerah tertentu yang membutuhkan penerbangan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dengan mengikuti mekanisme penerbangan perintis yang selama ini dilakukan Departemen Perhubungan (Dephub). Pemda, kata dia, hanya membayar kursi yang tidak terisi dan pembayaran dihentikan bila selanjutnya pesawat terisi penuh pada rute ke daerah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

