<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BERITA NIAS BARAT &#187; Walikota</title>
	<atom:link href="http://niasbarat.com/Nias%20Island/walikota/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasbarat.com</link>
	<description>&#34;Aman, Damai &#38; Berakhlak&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 05:14:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Wings Akan Singgah Di Pulau Nias</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 05:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha nias]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 03.02.2010 Masyarakat Nias sangat berterima kasih atas kesepakatan antara PemKot Gunungsitoli dengan perusahaan penerbangan Wings Air anak perusahaan Lion Air yang dalam waktu dekat ini akan segera buka &#8216;jalur&#8217; penerbangan Medan &#8211; Gunungsitoli. Menurut Walikota Gunungsitoli, penerbangan Lion ini, akan dimulai pada bulan Maret 2010, diharapkan menjadi pemacu kegiatan perekonomian di Kepulauan Nias. Dan sejalan dengan tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru, penerbangan ini, memperpendek rentang kendali pusat dan daerah serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan penandatangan kesepahaman itu terlihat Walikota Gunungsitoli didampingi oleh : Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli, Ir. Efi Yuniman Mendrofa. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Drs. Edison Ziliwu, MM., M.Si., Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Yasokhi T. Harefa SE. Sedangkan dari Perusahaan Lion Air turut hadir Manager Marketing, Ari Azhari dan beberapa staf lainnya. Related http://niasbarat.wordpress.com/2009/04/01/lion-air-segera-buka-rute-medan-g-sitoli-nias/ JAKARTA, Investor Daily Maskapai Lion Air menargetkan peremajaan seluruh armadanya jenis MD-80 yang masih dioperasikan saat ini sudah terealisasi akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tersebut akan digantikan dengan pesawat baru jenis Boeing 737-900ER. Sedangkan jenis MD-80 series akan difungsikan sebagai pesawat cadangan (standby). “Ini bagian dari komitmen kami terhadap saran Menteri Perhubungan (Menhub) agar meremajakan pesawat jenis MD. Untuk tahap awal, yang diremajakan adalah MD-80 Series yang ditargetkan selesai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="font_13">Jakarta, 03.02.2010</span></p>
<p><span style="color: #000080;"><strong><span class="font_13">Masyarakat Nias sangat berterima kasih atas kesepakatan antara PemKot Gunungsitoli dengan perusahaan penerbangan Wings Air anak perusahaan Lion Air yang dalam waktu dekat ini akan segera buka &#8216;jalur&#8217; penerbangan Medan &#8211; Gunungsitoli. <span id="more-180"></span></span></strong></span></p>
<p>Menurut Walikota Gunungsitoli, penerbangan Lion ini, akan dimulai pada bulan Maret 2010, diharapkan menjadi pemacu kegiatan perekonomian di Kepulauan Nias. Dan sejalan dengan tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru, penerbangan ini, memperpendek rentang kendali pusat dan daerah serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan penandatangan kesepahaman itu terlihat Walikota Gunungsitoli didampingi oleh :</p>
<ol>
<li><span class="font_13">Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli, Ir. Efi Yuniman Mendrofa.</span></li>
<li><span class="font_13">Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Drs. Edison Ziliwu, MM., M.Si.,</span></li>
<li><span class="font_13">Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Yasokhi T. Harefa SE.</span></li>
</ol>
<p><span class="font_13">Sedangkan dari Perusahaan Lion Air turut hadir </span><span class="font_13">Manager Marketing, Ari Azhari dan beberapa staf lainnya. </span></p>
<p>Related</p>
<p>http://niasbarat.wordpress.com/2009/04/01/lion-air-segera-buka-rute-medan-g-sitoli-nias/</p>
<p style="text-align: justify;">JAKARTA, Investor Daily</p>
<p style="text-align: justify;">Maskapai Lion Air menargetkan peremajaan seluruh armadanya jenis MD-80 yang masih dioperasikan saat ini sudah terealisasi akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tersebut akan digantikan dengan pesawat baru jenis Boeing 737-900ER. Sedangkan jenis MD-80 series akan difungsikan sebagai pesawat cadangan (standby).</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini bagian dari komitmen kami terhadap saran Menteri Perhubungan (Menhub) agar meremajakan pesawat jenis MD. Untuk tahap awal, yang diremajakan adalah MD-80 Series yang ditargetkan selesai tahun ini dan selanjutnya baru meremajakan jenis MD-90 series,” ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Peremajaan tersebut, kata Edward, tidak bisa dilakukan sekaligus karena sangat tergantung pada jadwal kedatangan pesawat pengganti. Selain itu, kalau sekaligus diganti, akan terjadi stagnasi pada sejumlah rute yang dilayani. Lion saat ini mengoperasikan 11 unit pesawat MD-80 dan 2 unit MD-90 dari total lima unit yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengungkapkan, pada Selasa (17/3) malam pihaknya menerima satu unit pesawat Boeing B737-900ER dan akan disusul satu unit lagi pada 25 Maret 2009 sehingga jumlah pesawat yang diterima hingga bulan ini sebanyak 20 unit. Hingga akhir tahun ini, jumlah itu diperkirakan menjadi 30 unit dan 42 unit pada 2010 dari total 178 unit yang dipesan. “Dengan peremajaan ini, kami berharap reliability yang selama ini menjadi keluhan pelanggan dapat kami atasi,” kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kata dia, pada bulan ini pihaknya menerima dua Boeing 747-400 untuk rencana penerbangan regular ke Jeddah pada Juni 2009. Penerbangan dengan target tenaga kerja dan peserta umroh tersebut dinilai sangat potensial. Pesawat berbadan lebar dengan kapasitas sekitar 480 penumpang tersebut masih akan menjalani rekonfigurasi kursi karena akan memiliki dua kelas, yakni kelas bisnis dan ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penerbangan Pengumpan</p>
<p style="text-align: justify;">Edward menjelaskan, pada Mei 2009, pihaknya mulai menerima pesawat jenis ATR 72-500 yang dipesan dari Prancis. Pesawat jenis turboprop berkapasitas 72 penumpang tersebut ditargetkan diterima sebanyak lima unit tahun ini dan akan dioperasikan dua unit di Sumatera, dua unit di Kalimantan, dan satu unit di Sulawesi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk tahap awal, armada tersebut akan ditempatkan sebanyak dua unit di Medan dengan rute Medan-Gunungsitoli (Pulau Nias) dan Medan-Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam),” jelas dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya membidik penerbangan ke Pulau Nias karena potensi penumpang wisatawan asing ke daerah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lima unit ATR lainnya yang akan diterima pada 2010, akan dioperasikan untuk wilayah Indonesia Timur. Seluruh pesawat itu, jelas dia, akan ber-AOC (air operator certificate)-kan Wings Air, maskapai anak perusahaan Lion Air yang selama ini berfungsi sebagai feeder (pengumpan) dan banyak beroperasi di wilayah Indonesia Timur. Selain 10 unit yang dipesan tersebut, maskapai itu juga mendapatkan optional order pesawat yang sama sebanyak 10 unit lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, untuk daerah tertentu yang membutuhkan penerbangan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dengan mengikuti mekanisme penerbangan perintis yang selama ini dilakukan Departemen Perhubungan (Dephub). Pemda, kata dia, hanya membayar kursi yang tidak terisi dan pembayaran dihentikan bila selanjutnya pesawat terisi penuh pada rute ke daerah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/02/wings-akan-singgah-di-pulau-nias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>25 Incumben Ikut Pilkada Sumut 2010</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/02/25-incumben-ikut-pilkada-sumut-2010/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/02/25-incumben-ikut-pilkada-sumut-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[25 Incumben Ikut Pilkada Sumut 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita nias barat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[DDN]]></category>
		<category><![CDATA[dprd nias]]></category>
		<category><![CDATA[niasbarat]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada Nias Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Nias barat]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/2010/02/25-incumben-ikut-pilkada-sumut-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Medan Kita by Redaksi on Februari 3rd, 2010 Medan (SIB) Sedikitnya 25 incumben (bupati/walikota dan mantan wakil yang maju kembali) diperkirakan bakal kembali meramaikan pertarungan di Pilkada serentak di 23 kabupaten dan kota se-Sumut antara Mei dan Oktober 2010. Di antara 25 incumben itu, dua pasang nama yang sebelumnya menjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah, kembali maju. Yakni dari Kabupaten Sergei dan Kabupaten Humbahas. Dari 25 incumben itu, 10 di antaranya mengikuti Pilkada di sembilan kabupaten dan kota di kawasan Pantai Timur Sumut. Lima incumben di Pulau Nias, delapan lagi di kawasan Pantai Barat Sumut dan dua sisanya di kawasan Dataran Tinggi Sumut. Kabiro Otda Setdaprovsu Drs Bukit Tambunan MM kepada wartawan di Medan, Selasa (2/2) menjelaskan, sampai saat ini belum satu pun dari sejumlah incumben tersebut yang sudah mengajukan izin cuti kepada Depdagri yang tembusannya disampaikan ke Pemprovsu. “Belum ada yang mengajukan izin cuti. Tapi kalau mereka benar-benar akan maju, maka selama masa kampanye sekitar dua minggu, sudah harus menyampaikan izin cuti. Bila tidak, maka kampanye yang diikuti bisa dinilai ilegal (tidak sah),” jelas Tambunan. Tak hanya itu, para incumben juga harus melepas atau mengembalikan segala fasilitas negara yang dipakai selama ini. Semisal kendaraan dinas, rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Posted in Medan Kita by Redaksi on Februari 3rd, 2010</span><br />
Medan (SIB)<br />
Sedikitnya 25 incumben (bupati/walikota dan mantan wakil yang maju kembali) diperkirakan bakal kembali meramaikan pertarungan di Pilkada serentak di 23 kabupaten dan kota se-Sumut antara Mei dan Oktober 2010. Di antara 25 incumben itu, dua pasang nama yang sebelumnya menjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah, kembali maju. Yakni dari Kabupaten Sergei dan Kabupaten Humbahas.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dari 25 incumben itu, 10 di antaranya mengikuti Pilkada di sembilan kabupaten dan kota di kawasan Pantai Timur Sumut. Lima incumben di Pulau Nias, delapan lagi di kawasan Pantai Barat Sumut dan dua sisanya di kawasan Dataran Tinggi Sumut.</p>
<p style="text-align: justify;">
Kabiro Otda Setdaprovsu Drs Bukit Tambunan MM kepada wartawan di Medan, Selasa (2/2) menjelaskan, sampai saat ini belum satu pun dari sejumlah incumben tersebut yang sudah mengajukan izin cuti kepada Depdagri yang tembusannya disampaikan ke Pemprovsu.</p>
<p style="text-align: justify;">
“Belum ada yang mengajukan izin cuti. Tapi kalau mereka benar-benar akan maju, maka selama masa kampanye sekitar dua minggu, sudah harus menyampaikan izin cuti. Bila tidak, maka kampanye yang diikuti bisa dinilai ilegal (tidak sah),” jelas Tambunan.</p>
<p style="text-align: justify;">
Tak hanya itu, para incumben juga harus melepas atau mengembalikan segala fasilitas negara yang dipakai selama ini. Semisal kendaraan dinas, rumah dinas dan lainnya saat melakukan kampanye.</p>
<p style="text-align: justify;">
“Untuk pengawasan pemanfaatan fasilitas negara dalam kampanye ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di kabupaten dan kotalah yang berwenang mengawasinya,” ujar Tambunan.</p>
<p style="text-align: justify;">
Rincian 10 incumben di kawasan Pantai Timur Sumut, yakni Penjabat Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi dengan Wakil Bupati H Soekirman, Wakil Wali Kota Tebing Tinggi H Syahril Hafzein, Wali Kota Pematang Siantar RE Siahaan, Bupati Simalungun HT Zulkarnain Damanik, Wakil Bupati Asahan Topan Gama Simatupang, Wakil Wali Kota Binjai H Anhar Monel, Wakil Wali Kota Tanjung Balai H Thamrin Munthe dan mantan Penjabat Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H Daudsyah Munthe. Sedang lima incumben di Pulau Nias, Kota Gunung Sitoli, Bupati Nisel, Nias Barat dan Nias Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">
Delapan incumben di kawasan Pantai Barat Sumut, yakni Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) MA Effendy Pohan, Wakil Wali Kota Sibolga H Afifi Lubis, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Ongku Parmonangan Hasibuan dan Wakil Bupati Aldinz Rafolo, Bupati Toba Samosir (Tobasa) Monang Sitorus, Bupati Samosir Mangindar Simbolon dan Bupati Humbahas Maddin Sihombing dan Wakil Bupati Marganti Simanulang.</p>
<p style="text-align: justify;">
Sedangkan dua nama incumben dari kawasan Dataran Tinggi Sumut yakni Bupati Pakpak Bharat H Makmur Berasa dan Wakil Bupati Muger Hery Imanuel Berutu. (M3/q)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/02/25-incumben-ikut-pilkada-sumut-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

