<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nias Island</title>
	<atom:link href="http://niasbarat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasbarat.com</link>
	<description>Nias Barat Aman, Damai &#38; Sejahtera</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 11:09:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>WISUDAWAN/TI STT PELITA BANGSA, MENYAMPAIKAN UCAPAN TERIMA KASIH YANG SANGAT DALAM</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/08/wisudawanti-stt-pelita-bangsa-menyampaikan-ucapan-terima-kasih-yang-sangat-dalam/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/08/wisudawanti-stt-pelita-bangsa-menyampaikan-ucapan-terima-kasih-yang-sangat-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 10:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17 Agustus 2010
Hari ini, adalah hari bersejarah bagi wisudawan dan wisudawati STT Pelita Bangsa di Jakarta, sekaligus merayakan HUT RI ke 65.
Pdt. Orwel S Gulo, M.Th selaku Ketua STT Pelita Bangsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pendiri Yayasan Sungai Yordan sekaligus selaku Ketua Kehormatan Bapak Pdt. Dr. Paul S Halim yang sudah merintis sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta, 17 Agustus 2010</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, adalah hari bersejarah bagi wisudawan dan wisudawati STT Pelita Bangsa di Jakarta, sekaligus merayakan HUT RI ke 65.</p>
<p style="text-align: justify;">Pdt. Orwel S Gulo, M.Th selaku Ketua STT Pelita Bangsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pendiri Yayasan Sungai Yordan sekaligus selaku Ketua Kehormatan Bapak Pdt. Dr. Paul S Halim yang sudah merintis sejak semula Perguruan tinggi sejak tahun 2000 lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam orasi yang disampaikan beliau, juga tak lupa meyampaikan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya kepada para donatur yang tidak mau disebutkan namanya (diwakili oleh dua orang turut hadir) yang telah mendonasi mahasiswa/i dari daerah selama hampir 9 tahun lamanya. Sehingga hari ini bisa kita lhat dan mersakan hasilnya yaitu keberhasilan anak-anak didik STT Pelita Bangsa yang menjadi sarjana dan siap terjun dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekalgus mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua para mahasiswa/i yang sudah merelakan putra-putrinya menjadi calon cendekiawan yang rohani dan siap melayani Tuhan dladang yang masih terbuka luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan terima kasih kepadajemaat  Gereja Sungai Yordan yang turut ambil bagian dalam menyelenggarakan dan mendukung proses Jr-mengajar di kampus STT Pelita Bangsa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekilas dalam wisudawan dan wisudawati, berasal dari semua suku di Indoensia, baik dari Indonesia Timur sampai ke Barat. Kali ini wiudawan/ti di dominasi dari Nias dan Nias Barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/08/wisudawanti-stt-pelita-bangsa-menyampaikan-ucapan-terima-kasih-yang-sangat-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DIES NATALIS KE IX &amp; WISUDA KE IV STT PELITA BANGSA</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/08/dies-natalis-ke-ix-wisuda-ke-iv-stt-pelita-bangsa/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/08/dies-natalis-ke-ix-wisuda-ke-iv-stt-pelita-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 10:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17 Agustus 2010
Pendiri Yayasan Sungai Yordan  turut hadir dalam acara  DIES NATALIS KE IX &#38; WISUDA KE IV STT PELITA BANGSA yang diadakan di Kampus STT Pelta Bangsa di Jalan Pasar Baru Selatan No. 25 Jakarta Pusat 10710. Dengan wajah ceria dan penuh bahagia terungkap dalam doanya ketika melepaskan wisudawan/i yang siap memasuki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta, 17 Agustus 2010</p>
<p style="text-align: justify;">Pendiri Yayasan Sungai Yordan <a rel="attachment wp-att-385" href="http://niasbarat.com/2010/08/dies-natalis-ke-ix-wisuda-ke-iv-stt-pelita-bangsa/pdt-dr-paul-s-halim/"><img class="alignleft size-full wp-image-385" title="Pdt.Dr. Paul S Halim" src="http://niasbarat.com/wp-content/uploads/2010/08/Pdt.Dr_.-Paul-S-Halim.jpg" alt="Pdt.Dr. Paul S Halim" width="478" height="720" /></a> turut hadir dalam acara  DIES NATALIS KE IX &amp; WISUDA KE IV STT PELITA BANGSA yang diadakan di Kampus STT Pelta Bangsa di Jalan Pasar Baru Selatan No. 25 Jakarta Pusat 10710. Dengan wajah ceria dan penuh bahagia terungkap dalam doanya ketika melepaskan wisudawan/i yang siap memasuki ladang pelayanan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan itu hadir pula Bapak Thomas dari DIRJEN BIMAS Kristen menyampaikan sambutan dan arahan-arahan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Beliau menyatakan bahwa tahun 2012 merupakan target Bimas Kristen mewujudkan sekolah tinggi theologia di indonesia menjadi terakreditasi dengan baik. Sekarang sudah terdaftar 235 STT diseluruh indonesia, namun hanya 6 STT saja yang sudah terakreditasi. Beliau menambahkan bahwa kita mencetak manusia handal yang takut akan Tuhan dan militan kepada Kristus Yesus. Saya berharap motto dari saya bisa dipublikasikan bahwa mahasiswa STT harus memenuhi syarat yaitu &#8220;PINTAR, BENAR dan TANPA MIKIR&#8221; yang artinya Pintar = Pemuda/i Kriten Indonesia tanpa rokok, Benar = Bebas narkoba dan Tanpa Mikir = tanpa Minuman Keras. Disambut tepuk tangan dengan meriah oleh hadirin.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-391" href="http://niasbarat.com/2010/08/dies-natalis-ke-ix-wisuda-ke-iv-stt-pelita-bangsa/wisuda-stt-pb-2/"><img class="alignnone size-full wp-image-391" title="Wisuda STT PB.2" src="http://niasbarat.com/wp-content/uploads/2010/08/Wisuda-STT-PB.2.jpg" alt="Dies Natalis Ke 9 STT Pelita Bangsa Jakarta" width="960" height="396" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/08/dies-natalis-ke-ix-wisuda-ke-iv-stt-pelita-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nias Berandai-andai Menjadi Provinsi</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/nias-berandai-andai-menjadi-provinsi/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/nias-berandai-andai-menjadi-provinsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 09:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Juni 2010, Tokoh-tokoh asal Nias menyatukan visi dan misi terwujudnya PROPINSI NIAS dan berbondong-bondong menyampaikan ikrar itu kepada DPRD SUMUT agar dapat menampung inspirasi masyarakat Nias Tersebut.
Sekalipun kabupaten dan kotamadya baru itu belum berumur setahun, namun semangat itu telah menyala untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Pulau Nias. Beberapa Bupati dan  Walikota di Pulau Nias [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Juni 2010, Tokoh-tokoh asal Nias menyatukan visi dan misi terwujudnya PROPINSI NIAS dan berbondong-bondong menyampaikan ikrar itu kepada DPRD SUMUT agar dapat menampung inspirasi masyarakat Nias Tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekalipun kabupaten dan kotamadya baru itu belum berumur setahun, namun semangat itu telah menyala untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Pulau Nias. Beberapa Bupati dan  Walikota di Pulau Nias dan tokoh masyarakat Nias yang sepakat membentuk organisasi baru dalam  &#8221; Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Nias&#8221; (BPPN), dengan target 2015, Nias akan berpisah dengan Provinsi Sumatera utara.</p>
<p style="text-align: justify;">DPRD SUMUT menerima delegasi BPPN yang dihadiri Kamaluddin Harahap (pimpinan sidang),  Syamsul Hilal (anggota Komisi A), perwakilan Pemprov Sumut, Kepala Biro  Otonomi daerah (Otda), Bukit Tambunan, dan sejumlah anggota dewan lain,  Bupati Nias dan Bupati Nias Selatan menyampaikan latarbelakang lahirnya  wacana usulan pembentukan Provinsi Nias ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Nias (induk) mengklaim bahwa ketertinggalan Nias pada umunya karena lambatnya pelayanan pemerintahan yang disebabkan oleh berbagai faktor yang strategis. “Nias merupakan satu di antara tiga daerah tertinggal di Provinsi  Sumut yang lambat pembangunannya. APBD nya sangat kecil dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumut. Oleh karena itu APBD nantinya  kami sepakati untuk membangun Nias, mempercepat urusan  administrasi pemerintahannya serta meningkatkan kesejahteraan  rakyatnya,” kata Bupati Nias, Binahati Baeha SH.</p>
<p style="text-align: justify;">Dijelaskan Baeha, pembentukan provinsi ini merupakan aspirasi masyarakat  Nias, pulau yang jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Utara,  memiliki potensi kelautan yang besar, pembangunan sangat tertinggal dan  berada di Samudera Hindia yang rawan gempa. Kini, di Pulau Nias sudah  terbentuk empat kabupaten (Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Nias  Tengah).</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Nias berandai-andai jika nanti terwujud menjadi propinsi Nias, apakah benar semua visi dan misi itu bisa terwujud? Semoga bisa menjadi kenyataan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/nias-berandai-andai-menjadi-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TARIAN ALA PERANG DARI NIAS, SOSIALISASIKAN PILKADA MEDAN</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/tarian-ala-perang-dari-nias-sosialisasikan-pilkada-medan/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/tarian-ala-perang-dari-nias-sosialisasikan-pilkada-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 09:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Nias boleh bangga dengan pagelaran tari perang (TARI BALUSE) dari etnik Nias yang  dijadikan sarana sosialisasi  Pilkada Medan di pusat jajanan Merdeka Walk, Sabtu (24/4/2010) malam.  Tari Baluse merupakan tarian yang masih bisa dipertahankan untuk dilestarikan sampai generasi sekarang ini. Peserta Tari yang membawa tombak dan tameng, pada acara sosialisasi Pilkada Medan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masyarakat Nias boleh bangga dengan pagelaran tari perang (TARI BALUSE) dari etnik Nias yang  dijadikan sarana sosialisasi  Pilkada Medan di pusat jajanan Merdeka Walk, Sabtu (24/4/2010) malam.  Tari Baluse merupakan tarian yang masih bisa dipertahankan untuk dilestarikan sampai generasi sekarang ini. Peserta Tari yang membawa tombak dan tameng, pada acara sosialisasi Pilkada Medan tersebut membagi-bagikan  selebaran berisi imbauan kepada pengunjung untuk menggunakan hal  pilihnya dalam Pilkada.</p>
<p><a href="http://www.detiknews.com/read/2010/04/25/001946/1344782/10/sosialisasi-pilkada-medan-gunakan-tarian-perang-nias" target="_blank">Detik.com</a> melaporkan bahwa Sosialisasi yang digagas Komisi Pemilihan  Umum (KPU) Daerah Medan bekerjasama dengan Komunitas Seni Medan  (KSM)ini cukup menarik minat para pengunjung Merdeka Walk, Jl Balai  Kota, Medan. Atraksi tari perang Faluaya tersebut dimulai pukul 22.00  WIB, saat Merdeka Walk sedang padat-padatnya.</p>
<p>Di antara para  penari yang mengenakan pakaian adat khas warna merah dan kuning  tersebut, ada juga yang mengenakan kostum berupa kotak suara serta  mengenakan kostum replika paku. Turut dibawa juga poster berisi ajakan  ikut Pilkada.</p>
<p>Ketua KSM Teja Purnama menyatakan, kegiatan  sosialisasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/tarian-ala-perang-dari-nias-sosialisasikan-pilkada-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi dan Misi Ditjen Mandikdasmen</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/visi-dan-misi-ditjen-mandikdasmen/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/visi-dan-misi-ditjen-mandikdasmen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 08:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Visi Ditjen Mandikdasmen dirumuskan sebagai berikut: “Mewujudkan  pendidikan bermutu untuk kehidupan yang cerdas atas dasar kepribadian  dan akhlak mulia bagi seluruh anak bangsa.”
Misi Ditjen Mandikdasmen adalah:

meningkatkan akses masyarakat untuk pendidikan dasar dan  menengah yang bermutu
membantu/membimbing satuan pendidikan di jenjang pendidikan  dasar dan menengah untuk memberikan pelayanan pendidikan bermutu
menjalin kerjasama yang efektif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Visi Ditjen Mandikdasmen dirumuskan sebagai berikut: “Mewujudkan  pendidikan bermutu untuk kehidupan yang cerdas atas dasar kepribadian  dan akhlak mulia bagi seluruh anak bangsa.”</p>
<p>Misi Ditjen Mandikdasmen adalah:</p>
<ol type="a">
<li>meningkatkan akses masyarakat untuk pendidikan dasar dan  menengah yang bermutu</li>
<li>membantu/membimbing satuan pendidikan di jenjang pendidikan  dasar dan menengah untuk memberikan pelayanan pendidikan bermutu</li>
<li>menjalin kerjasama yang efektif dan produktif dengan pemerintah  daerah dan masyarakat dalam pengembangan dan pembinaan pendidikan dasar  dan menengah yang bermutu</li>
<li>membantu pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana  belajar pendidikan bermutu</li>
<li>melakukan inovasi dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan  pendidikan bermutu dan akuntabel</li>
<li>merintis pengembangan lingkungan sekolah sebagai pusat  pengembangan budaya (a centre for cultural development)</li>
<li>mengembangkan sistem pelayanan khusus untuk peserta didik yang  berada dalam konteks sosial, ekonomi, dan kondisi geografis khusus</li>
</ol>
<p><span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/visi-dan-misi-ditjen-mandikdasmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasib Pendidikan di Pedalaman</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/nasib-pendidikan-di-pedalaman/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/nasib-pendidikan-di-pedalaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 06:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Siswa sekolah menengah atas yang Ujian Nasional tahun ini hanya 89,88 persen, melorot lumayan jauh dibanding tahun lalu yang mencapai 93,74 persen. Bahkan ada 267 sekolah yang gagal total karena seluruh siswanya tidak lulus.  M
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyebutkan sejumlah penyebab turunnya prestasi itu. Di antaranya, proses belajar-mengajar yang tidak maksimal, rendahnya kesadaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Siswa sekolah menengah atas yang Ujian Nasional tahun ini hanya 89,88 persen, melorot lumayan jauh dibanding tahun lalu yang mencapai 93,74 persen. Bahkan ada 267 sekolah yang gagal total karena seluruh siswanya tidak lulus.  M</span></h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyebutkan sejumlah penyebab turunnya prestasi itu. Di antaranya, proses belajar-mengajar yang tidak maksimal, rendahnya kesadaran murid dan infrastruktur, serta sarana-prasarana yang kurang memadai. Pengakuan Pak Menteri ini jelas menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil meningkatkan kualitas pendidikan.  Melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, sebenarnya agak sulit membuat gambaran umum untuk menjelaskan akar masalah yang sebenarnya. Mengenai Ujian Nasional (UN) sendiri, sebenarnya masyarakat terbelah ke dalam dua kelompok. Masyarakat yang mendukung UN memberi alasan UN bisa meningkatkan standar pendidikan nasional, dan masyarakat yang menolak memberi alasan ketidaksiapan dan kekhawatiran dari para murid, orang tua, serta guru sendiri.  Sebenarnya yang perlu lebih dicermati adalah sampai sejauh mana peran pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas kepada semua warga negara. Jika sekilas kita melihatnya pada sekolah-sekolah unggulan yang ada di kota, mungkin kita bisa berbangga dengan kondisi pendidikan kita saat ini. Apalagi jikayang kita lihat adalah sekolah-sekolah elite yang banyak bertebaran di kota-kota besar. </span></h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Sekolah-sekolah tersebut sudah sangat mapan dalam hal fasilitas dan kualitas. Para murid dan guru dari sekolah sekolah elite selalu dimanja dengan fasilitas pendidikan yang lengkap dan mutakhir.  Segala proses pembelajaran dijalankan dengan nyaman dan mudah sehingga dapat menghasilkan keluaran yang berkualitas. Namun perlu dianalisa lebih jauh, seberapa besar persentase anak negeri ini yang bisa mendapat pendidikan berkualitas seperti di atas.Tcik banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan di wilayah-wilayah pedalaman Nusantara. Banyak anak di pedalaman Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu.  Di beberapa perkampungan atau dusun di pedalaman, anak-anak harus berjalan kaki 1-2 jam sejauh hingga 6 km melintasi hutan dan menuruni bukit untuk mendapatkan pendidikan di sekolaK setiap hari. Pengorbanan anak-anak tersebut terkadang sia-sia karena ketika sampai di sekolah, tak ada guru yang siap mengajar. Tak jarang setelah berlelah-lelah berjalan kaki dari rumah tanpa sarapan pagi, si anak harus kena marah atau bahkan hukuman fisik dari guru karena terlambat masuk kelas. Dan akibatnya si anak enggan ke sekolah keesokan harinya dan kemudian dia memilih untuk tidak ke sekolah sama sekali selamanya. </span></h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Potret umum siswa di pedalaman memang sangat memprihatinkan, murid-murid ke sekolahhanya membawa 1-2 buku tulis dan 1 pulpen/pensil yang disimpan dalam tas kresek, bersandal jepit atau malah telanjang kaki.  Nasib para guru di pedalaman pun tak kalah memprihatinkan, terutama para guru honorer yang kebanyakan honor komite. Para guru tersebut banyak yang harus mengajar 2-3 kelas sekaligus. Hal ini karena kekurangan tenaga guru di sekolah pedalaman. Guru yang hanya bergaji 100-300 ribu sebulan itu banyak yang dipaksa bekerja ekstra keras bahkan terdapat &#8220;tuntutan psikologis&#8221; untuk bekerja lebih besar daripada guru PNS karena status tidak tetap sebagai guru honorer lebih rentan daripada guru berstatus PNS yang meskipun sebulan tak mengajar di sekolah pun masih akan tetap menerima gaji. </span></h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Dengan kondisi demikian, apakah masih mungkin jika menuntut setiap guru, termasuk para guru honorer untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi siswanya? Apakah manusiawi jika kita memaksa semua guru tersebut untuk mempersiapkan silabus dengan baik, sedangkan mereka pun harus melakukan pekerjaan lain untuk dapat bertahan hidup di pelosok.Jika benar bahwa pendidikan yang berkualitas memberi peluang yang lebih besar untuk meraih kesuksesan hidup dan lebih mudah mendapat pekerjaan dengan penghasilan tinggi, maka lebih jelas bahwa ternyata sistem pendidikan dan fenomena pendidikan akan terus melestarikan tradisi makin kaya bagi si kaya dan makin miskin bagi si miskin.</span></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/nasib-pendidikan-di-pedalaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendosa Mendakwa Pendosa</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/pendosa-mendakwa-pendosa/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/pendosa-mendakwa-pendosa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 18:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Kisah sang Ariel yang akhirnya menyerahkan diri kepada pihak berwajib, menambah keyakinan masyarkat bahwa pelaku video mesum itu, erat kaitannya dengan dirinya. Namun artis lainnya Lunamaya dan Cut Tari, masih dugaan yang tidak ada ujungnya. 
Bagi saya, hal ini sangat menarik, Mengapa ? Karena ada orang-orang yang menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghakimi para pelaku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Kisah sang Ariel yang akhirnya menyerahkan diri kepada pihak berwajib, menambah keyakinan masyarkat bahwa pelaku video mesum itu, erat kaitannya dengan dirinya. Namun artis lainnya Lunamaya dan Cut Tari, masih dugaan yang tidak ada ujungnya. </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya, hal ini sangat menarik, Mengapa ? Karena ada orang-orang yang menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghakimi para pelaku. Demo anarkhis di rumah Ariel di bandung bahkan ada Bupati dan tokoh-tokoh yang cekal sana sini dengan dalil agama. Seakan-akan mereka sangat suci dan tidak pernah berzinah seperti di video mesum itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, benarkah mereka suci ? Kalau mereka seorang pendosa juga, maka peristiwa ini  seakan-akan seorang Pendosa mendakwa pendosa lainnya artinya penzinah mendakwa penzinah.</p>
<p style="text-align: justify;">Inspirasi ini saya ambil dari sebuah cerita: &#8221; Seorang Pelacur yang tertangkap basah berzinah, lalu dibawa dan dihadapkan kepada Yesus. Lalu mereka berkata, &#8220;Menurut hukum nenek moyang kami (agama kami) seorang penzinah harus dirazam batu sampai mati, nah ini perempuan penzinah, menurut Yesus, perempuan ini harus dihukum apa?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Yesus jongkok dan menulis diatas pasir dengan telunjuknya, sambil mendengar tuntutan orang-orang yang beragama itu (sok suci). Kata-kata mereka kasar dan mengutuki pelacur itu. Tiba-tiba Yesus mengangkat wajahnya dan berkata &#8220;Barang siapa diantara kalian yang tidak pernah berbuat seperti perempuan ini, biarlah ia yang pertama  maju untuk melempari wanita ini&#8221;. Para pendemo itu tertegun dan kaget sambil mundur satu langkah dan akhirnya mereka bubar satu persatu.</p>
<p style="text-align: justify;">BARANG SIAPA YANG TIDAK PERNAH BERBUAT SEPERTI PEREMPUAN INI &#8230;..? barang siapa yang suci hidupnya&#8230;biarlah dia yang menjadi hakim atas orang yang bersalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara, siapapun kita, tidak punya hak menghakimi orang lain sekalipun terbukti bersalah dan tertangkap basah. Ada lembaga hukum yang diatur oleh Negara untuk memutuskan hukuman yang layak untuk orang yang bersalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat prihatin, bangsa ini sudah tidak terkendali, karena maling ayam yang tertangkap basah bisa dibakar hidup-hidup, seperti bangsa barbar yang tidak kenal belas kasihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam cerita di atas, satu orang pun tidak ada yang berani maju, karena semua orang yang berdemo dan berorasi itu adalah pendosa juga, ternyata mereka pernah berbuat zinah juga. Artinya apa ? Pendosa mendakwa pendosa dan penzinah menghakimi penzinah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramai-ramai mencekal para artis kita, pada hal secara hukum mereka belum dijatuhi hukuman, dakwaan secara legal pun masih belum ada. Menyedihkan kalau ada segelintir oang mengatasnamakan agama, padahal mereka bertindak atas nama pribadi&#8230;ini sangat bernafsu menghakimi mereka. Menurut saya semua ini dipicu oleh kepentingan saja. Saya hanya berterima kasih karena tindakan seperti ini mendapat sorotan dari pemuka agama dari berbagai pelosok tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel ini saya tulis untuk menggugah hati kita, agar menahan diri dan tidak menghakimi orang lain secara anarkhis dengan seweang-wenang. Biarkanlah polisi menanganinya secara adil dan profesional, marilah berdamai dan tidak menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah bangsa yang plural ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya sedih saja, bangsa ini memiliki dua system pemerintahan&#8230;satu versi demokrasi RI presidennya pak SBY dan satu lagi Versi orang-orang garis keras yang tentunya dipimpin oleh presiden nya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/pendosa-mendakwa-pendosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Kepada Bapak Orwel S Gulo, Sebagai Rektor Baru STT PELITA BANGSA</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/07/selamat-kepada-bapak-orwel-s-gulo-sebagai-rektor-baru-stt-pelita-bangsa/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/07/selamat-kepada-bapak-orwel-s-gulo-sebagai-rektor-baru-stt-pelita-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 11:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Masyarakat Nias Barat, Menyampaikan selamat dan rasa bangga atas pengangkatan Bapak Orwel S Gulo, MTh sebagai Rektor STT Pelita Bangsa yang baru per Mei 2010. Kepercayaan dan tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepercayaan sebuah yayasan Sungai Yordan yang telah mencetak ratusan Sarjana itu, terutama anak-anak Nias yang sudah merasakannya.
Ada pertanyaan untuk Bapak, apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-330" href="http://niasbarat.com/2010/07/selamat-kepada-bapak-orwel-s-gulo-sebagai-rektor-baru-stt-pelita-bangsa/slide1/"><img class="alignleft size-medium wp-image-330" title="Slide1" src="http://niasbarat.com/wp-content/uploads/2010/07/Slide1-300x225.gif" alt="Orwel S Gulo, MTh" width="301" height="225" /></a>Sebagai Masyarakat Nias Barat, Menyampaikan selamat dan rasa bangga atas pengangkatan Bapak Orwel S Gulo, MTh sebagai Rektor STT Pelita Bangsa yang baru per Mei 2010. Kepercayaan dan tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepercayaan sebuah yayasan Sungai Yordan yang telah mencetak ratusan Sarjana itu, terutama anak-anak Nias yang sudah merasakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pertanyaan untuk Bapak, apakah masih berminat juga untuk pulang ke kampung halaman Nias Barat ?</p>
<p style="text-align: justify;">
<h3 style="text-align: justify;">Sekali lagi doa kami menyertai anda karena kebanggaan kami adalah doa yang tulus, kiranya kasih Tuhan menyertaimu dan sukses selalu. Posisi ini, lebih penting dibandingkan pulang untuk bertarung menjadi orang nomor satu di Nias Barat.</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/07/selamat-kepada-bapak-orwel-s-gulo-sebagai-rektor-baru-stt-pelita-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda Tidak Berani Dikritik? Jangan Mimpi Jadi Apapun</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/05/anda-tidak-berani-dikritik-jangan-mimpi-jadi-apapun/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/05/anda-tidak-berani-dikritik-jangan-mimpi-jadi-apapun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 01:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Niasbarat.com
Sangat naif. jika anda mau tampil sebagai public figur, tetapi hanya ingin menuai pujian saja. Anda sangat celaka, sebab anda berfantasi saja dan bermimpi bahwa betapa indahnya hidup dengan jutaan pujian atas prestasi anda. &#8220;AKU MENGHAJAR ORANG YANG KUKASIHI&#8221;, bukan dengan cara membuai anda sambil dielus-elus. Puji-pujian itu bagaikan obat bius yang menyenangkan. &#8220;Seorang sahabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niasbarat.com<br />
Sangat naif. jika anda mau tampil sebagai public figur, tetapi hanya ingin menuai pujian saja. Anda sangat celaka, sebab anda berfantasi saja dan bermimpi bahwa betapa indahnya hidup dengan jutaan pujian atas prestasi anda. &#8220;AKU MENGHAJAR ORANG YANG KUKASIHI&#8221;, bukan dengan cara membuai anda sambil dielus-elus. Puji-pujian itu bagaikan obat bius yang menyenangkan. &#8220;Seorang sahabat yang karib menegor dengan nyata-nyata&#8221;. Jangan pula kita marah kepada orang mengkritik kita, dan menganggap mereka berdosa. </p>
<p>Jadi, kalau mau sukses, buka dirilah untuk melihat dunia yang luas dan jangan lupa memandang pelangi di langit yang berwarna-warni. Hal itu menunjukkan bahwa anda tidak bisa melukis cakrawala sesuai keinginan hatimu. Kalau mau jadi mencalonkan<br />
diri menjadi apapun pada posisi &#8220;public figur&#8221;, relakan dirimu menjadi pusat perhatian orang. Ada yang setuju ada yang tidak, ada yang simpatik dan ada yang sinis. Mungkin saja anda bisa membeli media cetak atau media elektronik seperti TV dan Radio, untuk menyatakan bahwa diri anda sungguh luar biasa. </p>
<p>Tetapi anda tidak bisa membeli kemurnian dan ketulusan, lebih kuat dari pada pengaruh uang anda. Uang anda bisa membayar wartawan gadungan untuk membuat berita bahwa anda telah sukses, tetapi pikiran rakyat berkata lain. </p>
<p>Orang yang mengkritik anda bukan musuh dan bukan juga orang yang iri hati, tetapi sahabat sejati ! Sebab orang yang mengawasi anda adalah orang yang mengasihi anda dengan tulus. Mari, teman-teman majulah dalam berpikir dan menganalisa dunia persaingan !<br />
Salam dari saya<br />
Mustika Ranto Gulo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/05/anda-tidak-berani-dikritik-jangan-mimpi-jadi-apapun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KECENDERUNGAN PEMIMPIN POST MODERNIS</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/05/kecenderungan-pemimpin-post-modernis/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/05/kecenderungan-pemimpin-post-modernis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 13:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Orwel S. Gulo on May 1, 2010 at 4:03 am
Bahan pertimbangan untuk memilih pemimpin 
Kecenderungan pemimpin pada post modernis, dapat digambarkan seperti Herodes yang menunjukkan kepemimpinan yang otoriter dan ke kanak-kanakan.
1. Penuh dengan kekuasaan (otoriter). Matius pasal dua berbicara tentang raja/pemimpin yang bernama Herodes, yang ditakuti karena kekejamannya; yang ‘terpaksa’ dihormati dan dikagumi. Dia tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orwel S. Gulo on May 1, 2010 at 4:03 am<br />
Bahan pertimbangan untuk memilih pemimpin </p>
<p>Kecenderungan pemimpin pada post modernis, dapat digambarkan seperti Herodes yang menunjukkan kepemimpinan yang otoriter dan ke kanak-kanakan.</p>
<p>1. Penuh dengan kekuasaan (otoriter). Matius pasal dua berbicara tentang raja/pemimpin yang bernama Herodes, yang ditakuti karena kekejamannya; yang ‘terpaksa’ dihormati dan dikagumi. Dia tidak mampu menempatkan diri sebagaimana mestinya (seharusnya dia menyambut dengan gembira hadirnya seorang pemimpin yang baru); tidak mau mengakui kelebihan orang lain (Tuhan Yesus).<br />
Kadang-kadang pemimpin post modernis menggunakan nama Tuhan dan menyebut dirinya sebagai orang yang diurapi. Dia tidak memiliki kasih yang sejati, seperti Herodes. Tidak ada hubungan yang manis dengan timnya. Yang ada hanya hubungan seperti bos dan karyawan. Kalau dia berbuat baik, hanya untuk menguasai. Kalau dia memberi sesuatu hanya untuk kepentingan statusnya. Dia dengan senang hati membuat permusuhan di tengah-tengah timnya, dengan cara memperhatikan yang satu dan menyepelekan yang lain. Bila Anda bertemu dengan anggota timnya mereka akan mengaku bahwa mereka dikuasai oleh rasa takut daripada rasa hormat, serta kata-kata yang menunjukkan ketidakpuasan. Bandingkan dengan Herodes yang memimpin dengan kekerasan (Mat. 2). </p>
<p>2. Penuh dengan ‘amarah’ (ayat 16, “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah dihindari oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu”).<br />
Suatu tindakan ketidakdewasaan bila seorang pemimpin menyelesaikan masalah dengan emosi, dan marah yang tidak terkendali. Herodes tidak mau menerima dan memahami orang lain. Tindakannya sama dengan tindakan Iblis yang membunuh dan membinasakan. Tidak ada kelemahlembutan, perkataannya kasar, lebih banyak menyakiti/mengecewakan daripada membangun. Kadangkala pemimpin tidak menyadari bahwa tindakannya telah membunuh karier orang disekitarnya, seperti melarang, membatasi, sehingga orang disekitarnya tidak bisa berkembang.</p>
<p>3. Penuh dengan ‘tipu muslihat.’ Pada waktu orang Majus berpamitan kepada Herodes, mereka mendapat pesan yang penuh dengan tipu muslihat. “. . . segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” (ayat 8). Herodes adalah pemimpin yang tidak jujur. Dilihat dari perikop berikutnya Alkitab mengatakan bahwa Herodes ingin mencelakakan bayi Yesus. Jadi apa yang dikatakannya pada ayat delapan tidak sinkron dengan perikop berikutnya. Tidak ada niat baik dalam hatinya. Dia lebih fokus pada dirinya sendiri, pada kedudukan dan kehormatannya. Dia rela mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri.<br />
Hitler dikenal sebagai pemimpin yang otoriter, yang menggunakan tangan besi atau kekerasan dan kekuasaan untuk memimpin, sama seperti Herodes. Dewasa ini juga, banyak orang termasuk orang yang mengakui dirinya hamba Tuhan yang memimpin dengan otoriter dan lebih heboh karena tidak menyadarinya. Mereka tidak berani mendelegasikan tugas, karena takut tersaingi dan tertandingi. Mereka mengajarkan kepada orang lain agar bisa melayani dengan hati, namun mereka tidak mampu memberikan teladan. Sama seperti orang farisi, pintar berkata-kata, mengajar dsb, tetapi tidak melakukannya sama sekali. Kalau Anda bertanya kepada orang yang memimpin seperti ini, dengan bangga dan tanpa rasa bersalah mereka akan menjawab: “itu kan hanya buat jemaat.”<br />
Apakah Anda dikenal sebagai pemimpin yang otoriter? Buatlah evaluasi diri. Tuhan Yesus tidak suka dengan gaya kepemimpinan seperti itu.<br />
Jika Presiden memimpin dengan gaya kepemimpinan seperti di atas, maka rakyat menjadi korban. Rakyat tidak boleh mengungkapkan pendapat, seperti pada zaman Orde Baru. Jika ada orang atau kelompok yang interupsi atau berbeda pendapat, maka dia harus menanggung akibatnya. Kalau Gembala Sidang atau pendeta menerapkan gaya kepemimpinan seperti Herodes, maka timnya atau jemaatnya akan hidup dalam tekanan. Pelayan Tuhan yang lain tidak ‘enjoy’ melayani Tuhan. Mereka akan memilih diam daripada berbenturan dengan seorang gembala yang pemarah.<br />
Apabila kepemimpinan seperti ini tidak berubah, maka gereja akan menuju kehancuran dan Generasi yang akan datang akan semakin buruk.<br />
Saya yakin bahwa Anda menanggapi tulisan ini secara positif dengan cara memberi kesempatan kepada Tuhan untuk menologn Anda dan berani mengoreksi kepemimpinan sendiri dan bertobat. Tuhan Yesus memberkati.<br />
Pdt. Orwel S. Gulo. M.Th.<br />
Dosen</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/05/kecenderungan-pemimpin-post-modernis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Gempa 07 April 2010, Nias &amp; Sinabang</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/04/berita-gempa-07-april-2010-nias-sinabang/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/04/berita-gempa-07-april-2010-nias-sinabang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 08:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Gempa Sinabang pada Penunjaman Landai
JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 skala Richter terjadi hari Rabu (7/4/2010) pukul 05.15 di kedalaman 34 kilometer, 75 kilometer arah tenggara dari Sinabang, Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam.
Pusat gempa terdapat pada penunjaman landai Lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia yang menumbuk Lempeng Eurasia. ”Pengaruh penunjaman landai tidak menimbulkan tsunami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gempa Sinabang pada Penunjaman Landai</strong><br />
JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 skala Richter terjadi hari Rabu (7/4/2010) pukul 05.15 di kedalaman 34 kilometer, 75 kilometer arah tenggara dari Sinabang, Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam.</p>
<p>Pusat gempa terdapat pada penunjaman landai Lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia yang menumbuk Lempeng Eurasia. ”Pengaruh penunjaman landai tidak menimbulkan tsunami besar, tetapi memiliki potensi berulang cukup tinggi,” kata ahli gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Sri Widiyantoro, Rabu di Bandung.</p>
<p>Widiyantoro mengatakan, pusat gempa Sinabang pada koordinat 2,33 Lintang Utara dan 97,02 Bujur Timur berdekatan dengan pusat gempa Nias berkekuatan 8,7 skala Richter tahun 2005.</p>
<p>Pengulangan gempa dengan lokasi hampir sama menunjukkan, zona subduksi landai berpengaruh pada peristiwa gempa besar yang saling menyusul.</p>
<p>”Upaya adaptasi dan mitigasi gempa harus ditingkatkan,” kata Widiyantoro.</p>
<p>Ia menyebutkan, gempa 9,2 SR tahun 2004 di Aceh, yang menimbulkan tsunami besar, memiliki zona subduksi berbeda. Gempa ini memiliki masa pengulangan sekitar 200 tahun.</p>
<p>Gempa bumi pada subduksi landai di sekitar Aceh kemudian terpicu. Hal ini menimbulkan gempa susul-menyusul dengan magnitudo di atas 7 SR di wilayah Nias, Mentawai, Bengkulu, Padang, dan terakhir di Sinabang.</p>
<p>Gempa susulan</p>
<p>Kepala Pusat Informasi Dini Tsunami dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fauzi mengatakan, terjadi gempa susulan Sinabang berkekuatan 5-5,5 SR sebanyak lima kali hingga terakhir kali pukul 12.19, kemudian puluhan kali di bawah 5 SR.</p>
<p>Seperti diungkapkan Widiyantoro, gempa susulan berpotensi akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.</p>
<p>”Gempa bumi Sinabang menimbulkan tsunami kecil. Tercatat di Pulau Banyak yang paling berdekatan dengan pusat gempa terjadi tsunami setinggi 40 sentimeter,” kata Fauzi.</p>
<p>Tsunami yang terjadi di lokasi lain, menurut Fauzi, terjadi di Teluk Dalam, Nias Selatan, setinggi 20 sentimeter dan di Sibolga 10 sentimeter.</p>
<p>Pada pukul 07.00, dinyatakan BMKG, situasinya aman dari tsunami. (NAW)</p>
<p><a href="http://http://sains.kompas.com/read/2010/04/08/08355874/Gempa.Sinabang.pada.Penunjaman.Landai">Baca Kompas </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/04/berita-gempa-07-april-2010-nias-sinabang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Kalangan Kecewa, Menteri PDT tidak Hadir, Sesuai janji Panitia</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/04/sejumlah-kalangan-kecewa-menteri-pdt-tidak-hadir-sesuai-janji-panitia/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/04/sejumlah-kalangan-kecewa-menteri-pdt-tidak-hadir-sesuai-janji-panitia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 09:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta,
Seminar “Membangun Kemandirian Kemasyarakatan Nias Barat” yang dikabarkan menghadirkan Bapak Menteri PDT, ternyata tidak hadir dan hanya di wakili oleh Deputi IV Menteri PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) Drs Kana Buchorie MSi atas nama Menteri PDT.  Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan permintaan maaf atas ketik hadiran Bapak Menteri PDT. Langsung saja acara dibuka secara resmi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta,<br />
Seminar “Membangun Kemandirian Kemasyarakatan Nias Barat” yang dikabarkan menghadirkan Bapak Menteri PDT, ternyata tidak hadir dan hanya di wakili oleh Deputi IV Menteri PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) Drs Kana Buchorie MSi atas nama Menteri PDT.  Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan permintaan maaf atas ketik hadiran Bapak Menteri PDT. Langsung saja acara dibuka secara resmi seminar nasional kemandirian masyarakat Nias Barat di Auditorium ONKP Tugala Kecamatan Sirombu Nias Barat Kamis (25/3) dihadiri Pejabat Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli SPd, Wakil Ketua DPRD Nias Drs Evolut Zebua.</p>
<p>Sayangnya beberapa kalangan menilai seminar itu hanya wacana saja tanpa meninggalkan bekas. Sebenarnya masyarakat mengharapkan sesuatu yang lebih nyata dan bukan ide-ide yang dilempar ke tengah masyarakat. </p>
<p>Sebagai masyarakat Nias Barat, sangat malu atas hadiah yang disampaikan oleh Drs Kana Buchorie MSi, mengatasnamakan Menteri PDT tersebut mengatakan bahwa seminar sehari itu dapat merumuskan hal-hal yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan Nias Barat keluar dari kemiskinan karena sampai saat ini 183 kabupaten di Indonesia termasuk kabupaten tertinggal dan Kabupaten Nias Barat masuk dalam urutan ke-13. Mudah-mudahan angka 13 kabupaten tertinggal di Indonesia, Nias Barat mendapat prioritas penuntasan kemiskinan. Disertai dengan tepuk tangan yang seharusnya disertai dengan air mata, ini bukan kebanggaan. </p>
<p>Kita doakan panitia segera mewujudkan semua janji-janjinya dan komitmen untuk bekrja tanpa pamrih, tidak ada udang dibalik batu. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/04/sejumlah-kalangan-kecewa-menteri-pdt-tidak-hadir-sesuai-janji-panitia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Bupati &amp; Wa. Bupati Bukan Segalanya</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/03/menjadi-bupati-wa-bupati-bukan-segalanya/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/03/menjadi-bupati-wa-bupati-bukan-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 13:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Niasbarat, 29 Maret 2010
Saya sangat prihatin melihat, mendengar serta membaca berita-berita tentang kegiatan pra PILKADA di Nias yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Pesta Besar di Pulau Nias karena Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kotamadya Gunungsitoli menyelenggarakan pemilihan Bupati/walikota sekaligus. 
Berarti ada 4 posisi yang akan dikejar karena sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niasbarat, 29 Maret 2010<br />
<div id="attachment_299" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://niasbarat.com/2010/03/menjadi-bupati-wa-bupati-bukan-segalanya/oiyaitamano_ranto_gulo/" rel="attachment wp-att-299"><img src="http://niasbarat.com/wp-content/uploads/2010/03/OIYAITAMANO_ranto_gulo-150x150.jpg" alt="SUARA PILKADA DAMAI NIAS " title="OIYAITAMANO_ranto_gulo" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-299" /></a><p class="wp-caption-text">SUARA PILKADA DAMAI NIAS </p></div>Saya sangat prihatin melihat, mendengar serta membaca berita-berita tentang kegiatan pra PILKADA di Nias yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Pesta Besar di Pulau Nias karena Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kotamadya Gunungsitoli menyelenggarakan pemilihan Bupati/walikota sekaligus. </p>
<p>Berarti ada 4 posisi yang akan dikejar karena sangat menggiurkan untuk diperebutkan nantinya. Saya bukan melarang untuk menjadi apapun, namun cara-cara bersaing yang saya prihatin, seharusnya kita lebih elegan sesuai dengan semboyan bangsa Nias &#8220;Lo Sifarou me&#8217;oi sifahato, Lo Niha Bo&#8217;o Me&#8217;oi ya&#8217;ita Mano&#8221;. Kata-kata ini saya jadikan syair lagu, karena maknanya menyatakan bahwa kita semua bersaudara, tidak ada siapa-siapa yang pantas dijadikan musuh, karena kita semua bersaudara, tidak ada orang lain yang dianggap saingan karena akhirnya pun, toh kita-kita juga yang kalah dan sekaligus yang menang&#8221;.  Saya tulis lagu ini untuk kita semua dalam rangka meramaikan pilkada nanti untuk mengkampanyekan &#8220;SUARA PERDAMAIN DALAM PESTA DEMOKRASI TERBESAR DI NIAS YANG KITA CINTAI INI&#8221;. </p>
<p>Saya belum menemukan apa alasan yang paling tepat untuk menjadi seorang Bupati dan Wakil Bupati di daerah MINUS tanpa PAD itu. Jika dilihat dari RAPBD juga sangatlah kecil, 70% adalah untuk gaji dan honor Pegawai. Lalu 30% untuk perawatan infrastruktur, selebihnya dari mana? Apakah anda mengandalkan DAK (Dana Alokasi Khusus)? saya rasa kawan-kawan saya salah kaprah. </p>
<p>Jika mau menjadi orang nomor satu di daerah itu, bawalah berkat baru, bukan menguras uang rakyat untuk bereforia dalam perebutan jabatan-jabatan. Seharusnya anda jangan andalkan dana dari pemerintah pusat saja untuk dikelola. Tetapi berpikir lebih luas lagi yaitu &#8220;BAGAIMANA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT SECARA FUNDAMENTAL&#8221; berkesinambungan dan dari kita untuk kita. Caranya ? ajaklah investor, bekerja sama dengan putra-putra daerah yang ada diperantauan, jangan puas dengan jabatan yang megah, waktu berjalan terus, dan makna menjadi Bupati atau Wa Bupati tidak ada artinya. </p>
<p>Bagaimana anda bisa mengajak investor, waktu habis untuk menangkis para lawan anda karena sebuah kelalaian dan pelanggaran ataupun kebodohan. Perluaslah jaringan kerja sama, kalau pergaulan anda sangat terbatas dan hanya sekitar keluarga dan sekitar Pulau Nias saja, maka anda tidak layak menjadi orang nomor satu di daerah itu. Apa jadinya kalau pergaulan anda cuma sebatas dari Gunungsitoli ke Moi dan Sirombu pulang pergi setiap hari, bagaimana bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat ?. Akhirnya pun berujung pada kompromi untuk korupsi. </p>
<p>Bangunlah Ekonomi Rakyat, misalnya yang berbasis holikultura yang sifatnya jangka panjang. Jika anda memiliki kemampuan seperti ini, maka restu masyarakat menyertai anda. Tujuan akhir adalah menjadikan masyarakat kita mandiri dan tidak berfantasi menjadi pegawai negeri dengan mengandalkan gaji bulanannya. Tetapi masyarakat kita lebih memilih bertani dari pada menjadi pegawai negeri sipil, karena pendapatan dari hasil pertanian lebih besar dan bersifat jangka panjang. </p>
<p>Saya heran juga melihat visi misi orang-orang yang ribut-ribut mencalonkan diri, mengapa saling caci maki dan pasang kuda-kuda untuk melindungi diri. Kita jangan berpikir bahwa lawan adalah musuh yang harus dimatikan, kita menjadi sangat kejam dan tidak manusiawi lagi. Para politikus daerah kita menggunakan media untuk saling caci maki, dan membuka borok masing-masing lawannya. Tragis&#8230;! padahal ditempat lain kita selalu berkata &#8220;kasihilah musuhmu&#8221;..bukankah ini sangat munafik!</p>
<p>Saya memberi peluang kepada saudara untuk menulis visi misi anda yang menurut kami lebih baik dari pada saling caci maki di media elektronik atau media online.</p>
<p>Salam sukses<br />
Mustika Ranto Gulo </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/03/menjadi-bupati-wa-bupati-bukan-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UJIAN NASIONAL DIANGGAP TIDAK RASIONAL</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/03/ujian-nasional-dianggap-tidak-rasional/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/03/ujian-nasional-dianggap-tidak-rasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 16:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Pelaksanaan ujian nasional, menjadi hantu yang menakutkan bagi siswa/i. opini yang selama ini berkembang di masyarakat dan kalangan pendidik tentang perubahan mendasar pada standar dan  kriteria kelulusan telah sirna. Satu hal yang mendasar adalah waktu pelaksanaan. Biasanya, ujian belangaung  bulan April, kini bulan Maret.
Wakil Presiden Boediono, ketika meninjau pelaksanaan UN di Jakarta, Senin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelaksanaan ujian nasional, menjadi hantu yang menakutkan bagi siswa/i. opini yang selama ini berkembang di masyarakat dan kalangan pendidik tentang perubahan mendasar pada standar dan  kriteria kelulusan telah sirna. Satu hal yang mendasar adalah waktu pelaksanaan. Biasanya, ujian belangaung  bulan April, kini bulan Maret.</p>
<p>Wakil Presiden Boediono, ketika meninjau pelaksanaan UN di Jakarta, Senin (22/3), mengatakan, tujuan ujian nasional adalah untuk meningkatkan standar pendidikan di Tanah Air. Kegiatan ini harus disyukuri karena tujuannya untuk keberhasilan dan peningkatan standar pendidikan.</p>
<p>Walaupun begitu, sesuai peraturan Mendiknas itu, sebenarnya, ujian nasional tidak lagi menjadi syarat mutlak untuk menentukan kelulusan siswa. Dengan kata lain, kelulusan siswa tidak hanya dilihat pada nilai ujian nasional, tetapi juga tingkat kehadiran siswa, kreativitas, dan loyalitas terhadap semua bidang pendidikan.</p>
<p>Dalam klausul peraturan menteri itu disebutkan pula tentang tujuan ujian, yakni pencapaian kompetensi kelulusan secara nasional. Namun, penilaian itu hanya untuk mata pelajaran yang tergabung dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Terlepas dari pelaksanaan peraturan menteri itu, seperti tanggapan sejumlah pengamat pendidikan, ujian nasional bukan tolok ukur kecerdasan siswa. Sebab, siswa yang meraih nilai tinggi dan lulus di ujian nasional, belum tentu mampu secara akademik. Wajar bila muncul usul agar sistem ujian nasional dievaluasi secara komprehensif.</p>
<p>Evaluasi penting untuk mengetahui kendala di lapangan yang menjadi penyebab terjadinya kemerosotan kelulusan anak didik di tingkat SMP maupun SMA. Evaluasi haus juga dilakukan berkaitan dengan sistem yang diterapkan, apakah sudah ditunjang oleh kesiapan tenaga guru, infrastruktur pendidikan, dan fasilitas pendidikan lainnya.</p>
<p>Yang jelas, ujian nasional menjadi pertaruhan yang mahal bagi murid, orang tua murid, guru, kepala sekolah, dan pemerintah. Indonesia Corruption Watch menghitung, lebih Rp 1 triliun dana dikeluarkan secara langsung atau tak langsung untuk ujian nasional.</p>
<p>Nilai itu belum termasuk uang rakyat yang disalurkan lewat pemerintah lewat anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar Rp 400 miliar per tahun dan rata-rata Rp 2 miliar anggaran pemerintah kabupaten atau kota. Sungguh kegiatan yang sangat mahal, bila standar pendidikan tak juga naik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/03/ujian-nasional-dianggap-tidak-rasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nias tak menerima $15.000 Dana Program Perbaikan Gizi</title>
		<link>http://niasbarat.com/2010/03/nias-tak-menerima-15-000-dana-program-perbaikan-gizi/</link>
		<comments>http://niasbarat.com/2010/03/nias-tak-menerima-15-000-dana-program-perbaikan-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 16:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niasbarat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://niasbarat.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Niasbarat.com, 23 Maret 2010
- 10% Masyarakat Kaya Sumut Menerimanya -
Provinsi Sumatra Utara merupakan satu dari 6 provinsi penerima proyek NICE yang bertujuan meningkatkan gizi balita. Nias selatan yang memiliki desa dengan kasus gizi buruk terbanyak tak mendapatkan bagian.
Sebaliknya, dengan dana tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara menargetkan sekitar 80 persen masyarakat datang ke Posyandu serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niasbarat.com, 23 Maret 2010<br />
<strong>- 10% Masyarakat Kaya Sumut Menerimanya -</strong></p>
<p>Provinsi Sumatra Utara merupakan satu dari 6 provinsi penerima proyek NICE yang bertujuan meningkatkan gizi balita. Nias selatan yang memiliki desa dengan kasus gizi buruk terbanyak tak mendapatkan bagian.</p>
<p>Sebaliknya, dengan dana tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara menargetkan sekitar 80 persen masyarakat datang ke Posyandu serta 10 persen yang datang diharapkan masyarakat menengah ke atas.</p>
<p>Proyek Nice</p>
<p>Kepala Seksi Gizi Dinkes Sumut, Ros Ida, mengatakan adapun target dari Dinkes Sumut ini sehubungan dengan target Proyek Peningkatan Gizi Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat atau program Nutrition Improvement through Community Empowerment (NICE) untuk tahun 2010 sampai 2013, yang akan dilaksanakan melalui 3 tahap.</p>
<p>“NICE merupakan upaya program baru penanganan gizi buruk dari Asian Development Bank (ADB) yang dilaksanakan di enam provinsi termasuk Sumut,” ujar Ros kepada Waspada Online (19/3).</p>
<p>Untuk Sumut, Ros mengatakan, akan mencakup 370 desa dari 4 kabupaten seperti kota Medan 67 kelurahan, kabupaten Dairi 66 desa, Tapanuli Tengah 71 desa dan Madina 166 desa. Satu desa dibentuk satu tim berjumlah 10 orang kelompok gizi masyarakat yang sudah dilatih tentang gizi buruk, dan ditanggung oleh fasilitator dari ADB.</p>
<p>Sedangkan dana sebesar US$15.000 akan dialokasikan untuk satu desa/kelurahan. “Ditargetkan dengan program itu 80 persen masyarakat datang ke Posyandu dan 10 persen orang menengah ke atas,” pungkas Ros.</p>
<p>Kabupaten dengan Gizi Buruk</p>
<p>Target 10 % masyarakat menengah ke atas sebagai pengunjung Posyandu melenceng dari tujuan Program Nice, yang adalah peningkatan gizi masyarakat di perkampungan miskin.</p>
<p>Berdasarkan laporan dari Statistik Potensi Desa Provinsi Sumut menurut kabupaten/kota tahun 2008 lalu, jumlah desa terbanyak dengan kasus gizi buruk terdapat di Kabupaten Nias Selatan sebanyak 88 desa, Mandailing Natal (78 desa), Langkat (77 desa), Dairi (69 desa), Asahan (68 desa), Deli Serdang (67 desa), Humbahas (58 desa), juga di Kota Medan (58 desa). Kabupaten Madina yang tak temasuk daerah yang memiliki desa dengan kasus gizi buruk justru mendapatkan dana melimpah US$ 15.000 per desa yang tak dapat dihabiskannya sendiri sehingga dibagikannya kepada 10 % golongan masyarakat yang sama sekali tak punya masalah gizi.</p>
<p>Kabupaten Tapanuli Tengah tidak termasuk wilayah dengan kasus gizi buruk terbanyak, namun termasuk salah satu kabupaten dengan penduduk miskin terbanyak. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Sosial, Sukardi dalam laporan Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) (1/7/09). “Secara spesifik belum bisa digambarkan daerah-daerah mana saja di Sumut yang penduduknya tergolong miskin. Tapi secara absolut bisa digambarkan, yaitu daerah-daerah yang padat penduduknya biasanya banyak penduduknya yang miskin seperti Medan, Nias, Nias Selatan dan Tapanuli Tengah,” ungkap Sukardi.</p>
<p>Masyarakat Miskin di Sumut</p>
<p>Kepala BPS Sumut Drs Alimuddin Sidabalok, MBA, dalam paparan Susenas yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumut bulan Maret 2009, menunjukkan jumlah penduduk miskin sebanyak 11,51% dari jumlah penduduk Sumut seluruhnya saat ini, yakni 13.248.400 orang. Alimuddin yang juga didampingi Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Sumut, Panusunan Siregar, Msi, mengungkapkan, hasil survey Susenas yang dilakukan BPS itu tidak menggambarkan kondisi tingkat kemiskinan tingkat kabupaten/kota. Ia melanjutkan, jumlah penduduk miskin Sumut yang berada di daerah perdesaan pada Maret 2009 sebanyak 811.700 orang dan di daerah perkotaan sebanyak 688.000 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal pada masing-masing daerah tersebut, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 11,56%, sedangkan di daerah perkotaan 11,45%.</p>
<p>Berdasarkan data statistik penduduk miskin di Sumatra Utara, pemilihan kabupaten Tapanuli Tengah sebagai penerima dana proyek Nice sangatlah bijak. Sangat disayangkan kabupaten Nias dan Nias Selatan tak mendapatkan dukungan pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan gizi. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Dinas Kesehatan Sumut dan Manajer Proyek Nice.</p>
<p>(waspada, kompas, analisa, dna)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://niasbarat.com/2010/03/nias-tak-menerima-15-000-dana-program-perbaikan-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
