WISATA NIAS BARAT
Situs yang terkenal yang kita miliki di NIAS BARAT adalah:
“BATU MEGALIT” antara lain: Techembowo ba Hiligoe, Mandrehe, Batu Megalit ba Iraonogambo dan Batu Megalit Tertua di Balodano. Lewato Marasusi (Tentara Jepang) di Lolozasai, Tetehosi, Mandrehe. Pantai Sirombu dan Batu Karang – Terumbu Karang di pantai Hinako.
Selain itu Pulau Asu dan Pulau Bawa sekarang menjadi idola para turis mancanegara, mereka merasa lebih nyaman di pulau itu.
Apakah Pemkab Nias mengetahui aktivitas di Pulau itu?
Hal ini akan menjadi isu hangat kelak karena ada nuansa untuk merubah lokasi surfing international ke Pulau Asu pada tahun 2011 nanti. Bagaimana dengan Pantai Lagundi Teluk Dalam, sangat memprihatinkan, karena sikap masyarakat yang tidak bersahabat pada turis-turis asing.
Pemerintah Daerah Nias sudah Siap? Atau nantinya menjad wilayah Kabupaten Nias Barat, Selamat berjuang untuk Bapak Ir. Mustika Ranto Gulo, atas informasi yang dikirim di Lembaga Surving International tersebut.

Memang Nias Barat, merupakan Kab.Baru yang cukup potensial untuk mewujutkan suatu masayarakat yang sejahtera dan makmur, apabila pemimpin Nisbat kedepan betul-betul mengenal potensi Nisbar yang terpendam selama ini.Juga Pemimpin kedepan harus mampu merangkul para investor yang memiliki wawasan bahwa “pembangunan dari rakyat,dan untuk rakyat dan oleh rakyat.salah satunya potensi itu adalah “Parawisata”. ini bila dikelola dan dimenege dengan baik,luar biasa, disamping menggerakkan Usaha PIR dengan tidak mengabaikan Pertanian yang didukung dengan Irigasi yang baik.
Hanya satu harapan masa depan Nias …itupun kalao bisa dikelola dgn baik. yairu :
WIIISSSAATTAA…Wisata
Didorong rasa bersyukur kepada TUHAN, maka dengan ini kami sekeluarga mengucapkan “SELAMAT DAN SUKSES KEPADA BAPAK ORWEL S. GULO, MTh. Yang telah dikukuhkan menjadi Rektor STT. PELITA BANGSA, semoga melalui STT PELITA BANGSA yang Bapak pimpin semakin bermanfaat membangun generasi muda bangsa yang lebih ber-takwa kepada TUHAN dan profesinal di berbagai bidang. Mensikapi Makam Marasusi (Kuburan Tentara Belanda) di Lolozasai Desa Tetehosi, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, menurut kami bukanlah sekedar makam, tetapi sebagai bukti sejarah bahwa Putra Nias telah mengadakan perlawanan terhadap kaum penjajah Belanda pada peristiwa berdarah “HORO DAWA” Tahun 1910. Perlawanan menentang Belanda penjajah itu dipimpin oleh AMA MBOHOU GULO.Terimakasih pada Bapak yang sudah memberikan kesempatan bagi kami para pembaca untuk memberikan sumbang saran atau curah pendapat untuk kemajuan Kabupaten Nias Barat.Ya’ahowu.
Trima kasih anda telah membuka/memberi kesempatan pd kami tuk mengutarakan unek unek demi perubahan di tanah kelahiran kita.Ide /mempromosikan Daerah Tujuan Wisata di daerah kita sangat bagus dan kita acungkan jempol.Mohon maaf dengan tidak mengurangi hormat kami kepada penulis diatas, sedikit koreksi dan dukungan pada tulisan tersebut diatas. Makam Marasusi di Lolozasai Desa Tetehosi,Kec Mandrehe, setahu saya (kata nenek kita) itu Makam Tentara Belanda, dibawah tulisan batu Nisan /prassasti ada nama 11 orang ( 6 orang nama Belanda dan 5 nama orang Indonesia) tertanda tahun 1910. Jadi pada tahun itu Jepang ( Tentara Nippon ) belum masuk ke Indonesia.Kemudian Pulau Asu dan Pulau Bawa yang merupakan Idola turis manca Negara,udah pasti diketahui oleh Pemda Nias dan Pemda Sumut, mereka nggak berani masuk tanpa izin Pemda sebab mengelola pulau di wilayah NKRI harus tahu Pemda setempat .Keluarkan Izin Bayar Pajak/Retribusi sebagai Pendapatan Asli Daerah. Kalo tidak , betapa bodohnya Pemda kita . Ayo Pemda Nisbar….kejar itu Aset Nisbar.Selanjutnya Sosialisasikan ke masyarakat DTW bahwa masyarakat bukan memusuhi pendatang tetapi tunjukkan keramahan dan tampilkan asli budaya kita pada orang luar ,pasti mereka sangat senang dan betah tinggal ( asalkan mereka santun dan menghargai budaya )di daerah kita, sudah pasti mereke membelanjakan uang nya kepada masyakat kita . Sekian saja ,mohon maaf kalo ada yg tdak pada tempat nmya dan terim kasih atas perhatian. Yaahowu..
Semgat terus pak……
Nias Barat pantas jadi tmpt untuk di kunjungi oleh siapapun dan juga masyarakatnya sangat friendly bgt ma spapu….
cayooooooooo….
Ya’ahowu
Putra Nias mendukung kampanye wisata NISBARA
Niasbar adalah sorga Dunia….promosi harus gencar pak….jgn berhenti ..! GBU